berita2.com (Kupang): Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Esthon Foenay mengharapkan, PT Sarana Agro Gemilang (SAG) yang mengambil alih pengelolaan Pabrik Semen Kupang, dapat berproduksi lagi Desember 2010, setelah berhenti beraktivitas pada April 2008, akibat kerusakan mesin produksi.
“Minggu Depan Tanggal 20 Desember 2010, NTT merayakan HUT ke 52, diharapkan ada kado istimewa berupa kembali beroperasinya satu-satunya industri berskala menengah ini di wilayah itu," katanya di Kupang, Rabu 15 Desember 2010.
Dia mengatakan selama ini PT Semen Kupang berhenti beroperasi karena berbagai macam kerusakan yang dialami mesin produksi, sehingga pada September 2009 manajemen diambilalih PT Sarana Agro Gemilang (SAG) dan diharapkan segera meluncurkan produknya tepat pada HUT ke-52 Provinsi NTT, 20 Desember 2010.
"Kita harap PT Semen Kupang di bawah pengelolaan PT SAG bisa berproduksi dan bisa mencapai 1- 2 juta ton/tahun dari sebelumnya yang dikelola manajemen PT Semen Kupang sekitar 300 ton/tahun," katanya.
Menurut Wagub, dua pimpinan yang ditemui ketika melakukan peninjauan di PT SAG yakni Ronny Kurniawan selaku general manager dan Wahyu Imbardjo selaku penasehat menyampaikan problem dan kesulitan yang mereka alami selama proses perbaikan mesin produksi milik PT Semen Kupang.
"Kerusakan yang dialami mesin produksi PT Semen Kupang, sangat kompleks. Bagian onderdil lain setelah diberbaiki, bagian lainnya ditemukan rusak lagi. Begitu seterusnya sampai dengan saat ini," katanya.
Dia mengatakan beberapa fase seperti identifikasi masalah hingga pengadaan suku cadang pengganti, telah dilakukan. Hanya saja, motor penggerak masih bermasalah. Bahkan, semen mil yang ditemukan rusak, sempat dikirim ke Jakarta, namun saat ini sudah dikirim kembali ke Kupang.
"Persoalannya, setiap kali mereka melakukan uji coba, selalu saja lampu peringatan meneruskan uji coba tersebut, menyala. Itu artinya, masih ada bagian lain yang perlu dibenahi," katanya.
Dia menambahkan, walaupun telah menggunakan 600.000 liter solar selama uji coba sejak beberapa bulan terakhir, masih ada pengganjal utama seperti dalam wadah penampung, terdapat 800 ton semen sisa yang harus dikeluarkan.
Karena itu, ujarnya,, diperlukan waktu untuk proses tersebut. Belum lagi pembenahan di bagian patah api yang sementara ini dikerjakan. "PT SAG akan mundur, karena investasi yang sudah dikeluarkan untuk pengopersian kembali PT Semen Kupang sangat besar. Mudah-mudahan tepat HUT NTT nanti, sudah bisa berproduksi," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya