berita2.com (Kupang): Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya mengatakan, mulai Juni 2011 , daerah itu sudah mampu memproduksi bibit unggas sendiri sehingga tidak lagi mendatangkan dari Surabaya.
Selain itu, menurutnya, harga jual pun bisa lebih murah ketimbang di Surabaya karena tidak ada biaya transportasi dan kecilnya risiko kematian,
"Saya sudah meletakkan batu pertama pembangunan pusat pembibitan unggas. Sekarang sedang dalam proses pembangunan dan mulai Juni 2011, sudah mulai berproduksi," kata Lebu Raya di Kupang, Rabu 15 Desember 2010, terkait rencana pengembangan bibit unggas di NTT.
Dia mengatakan, pengembangan ternak unggas itu dilakukan PT Charoen Phokpan di atas lahan seluas 16 hektare di Desa Oefafi, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang. Pusat pembibitan ini akan mampu memproduksi 100.000 ekor unggas per minggu atau sekitar 400.000 ekor unggas per bulan.
Menurut dia, tingkat produksinya akan terus ditingkatkan hingga 200.000 ekor per minggu karena pihak perusahan menargetkan paling tidak dalam setahun bisa memproduksi satu juta ekor unggas, katanya.
Dia menambahkan, saat ini pihak perusahan sudah mulai melakukan pengerjaan kandang dan diharapkan paling lambat akhir tahun ini sudah sudah bisa selesai."Kalau akhir Desember atau awal Januari 2011 selesai berarti perusahan langsung mendatangkan unggas. Jadi sekitar Juni 2011 sudah bisa berproduksi," kata Lebu Raya.
Mengenai pangsa pasar, dia mengatakan, hasil produksi tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di wilayah NTT tetapi juga untuk pasar di wilayah Timur Indonesia.
“Selain itu, perusahaan juga sudah melirik Timor Leste sebagai salah satu pasar karena untuk menjangkau negara itu hanya membutuhkan perjalanan darat sejauh sekitar tujuh hingga delapan jam,” katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya