berita2.com (Kupang): Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, memastikan saat ini seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memasuki musim hujan dengan intensitas curah hujan ringan hingga sedang atau di atas normal yaitu 50-150 mm.
Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang, Purwanto di Kupang, Senin 13 Desember 2010, terkait awal musim hujan di NTT.
Menurut Purwanto, meskipun hujan telah turun merata, namun cuacanya masih menampakan anomali seperti mendung diselingi panas matahari lalu turun hujan.
"Sifat cuacanya sebentar-sebentar panas, lalu mendung lalu turun hujan. Namun ini tidak tentatif, karena musim hujan telah tiba, sehingga masyarakat disarankan untuk segera menanam tanaman palawija atau tanaman lain sesuai dengan karakteristik daerahnya masing-masing," katanya.
Ia mengatakan fenomena basah ini akan terus menguat bahkan akan terus dominan hingga Maret 2011 dan selanjutnya menuju kondisi netral pada bulan Mei 2011. "Untuk fenomena Dipole Mode diprediksi akan berada pada kondisi netral dan negatif pada beberapa bulan ke depan, termasuk kondisi penguapan perairan Indonesia diprediksi akan terus hangat hingga Februari 2011.
Menurut dia, pada Agustus-September 2010 terjadi La Nina moderat. Sedangkan pada Oktober 2010-Januari 2011 berupa La Nina kuat. Pada Agustus 2010 terjadi fenomena global La Nina dengan intensitas moderat. Dampak El Nino atau anomali iklim sangat mempengaruhi suhu perairan di Indonesia,.
Sehingga menyebabkan hujan terus menerus dengan curah hujan ekstrem yaitu di atas 150 mm/hari karena memanasnya suhu permukaan laut yang berdampak pada tingginya intensitas penguapan sehingga membentuk awan yang menyebabkan hujan.
Ia mengatakan kelembaban udara di sejumlah Kota dalam wilayah Nusa Tenggara Timur berada antara 46-94 persen terutama terjadi di Sabu ibu kota Kabupaten Sabu Raijua 45-85 persen, Maumere ibu kota Kabupaten Sikka antara 56-90 persen, Waingapu ibu kota Kabupaten Sumba Timur, Baa ibu kota Kabupaten Rote Ndao 63-90 persen.
Berikut Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Kalabahi ibu Kota Kabupaten Alor antara 65-94 persen, Kota Kupang ibu kota Provinsi NTT antasra 66-90 persen, Larantuka ibu Kota Kabupaten Flores Timur 72-95 persen dan Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai antara 75-95 persen.
Kondisi kelembaban ini katanya ikut mendorong terjadinya hujan di kota-kota tersebut dengan intensitas yang bervariasi mulai dari hujan ringan hingga hujan lebat, sehingga perlu diwaspadai oleh para petani dan penduduk yang tinggal di hilir sungai karena berpotensi terjadinya banjir besar, sehingga perlu diwaspadai.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya