berita2.com (Kupang): Pemerintah pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum (PU) Ditjen Cipta Karya akan mengalokasikan dana sekitar Rp 32 miliar dalam APBN tahun 2011 untuk membenahi dan memperbaiki jaringan pipa induk distribusi air bersih di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.
Demikian Dirjen Cipta Karya , Budi Wiyono, usai menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Ditjen Cipta Karya dengan Pemerintah Provinsi NTT, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, tentang pengelolaan air minum di Kota dan Kabupaten Kupang, di Kupang, Selasa.
Budi mengakui pemerintah sangat concern memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sesuai capain MDGs dimana setiap orang minimal harus dapat memenuhi kebutuhan air bersih minimal 60 liter/hari.
”Alokasi dana tersebut merupakan alokasi terbesar yang diberikan pemerintah pusat, dibandingkan untuk daerah lain di Indonesia, sehingga dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat di daerah ini, ” katanya.
Dia mengharapkan, dana yang dikucurkan itu, dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLU), yang diserahi tugas untuk mengelola dan membenahi distribusi air minum di Kota Kupang.
Menjawab wartawan tentang aset milik PDAM kabupaten yang ada di Kota Kupang yang masih menjadi persoalan dan belum ada penyelesaiannya, dia menjelaskan, bicara masalah aset akan mengarah pada kepentingan pemerintah.
Karena itu, tambahnya, pemerintah sepakat tidak membahas kepentingan pemerintah (soal aset) namun pemerintah lebih fokus pada kepentingan lebih besar, yakni pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
"Saat ini baru sekitar 40 persen masyarakat di Kota Kupang dan sekitarnya yang terpenuhi kebutuhan air bersih yang dilayani oleh pemerintah. Padahal potensi air sangat memungkinkan,” katanya.
Dia menambahkan, dengan pemerintah propinsi mengelolah air PDAM melalui Badan Layanan Umum/BLU di wilayah ini maka nantinya bisa mendorong untuk memenuhi kebutuhan air bersih hingga 50 ribu-an pelanggan di Kota Kupang dari yang ada saat ini baru sekitar 23 ribu pelanggan yang bisa menikmati air bersih di kota ini.
“Kita target tiga tahun ke depan pemenuhan air bersih ini bisa terpenuhi. Apalagi target secara nasional sambungan air ke pelanggan minimal 8,5 juta pelanggan," jelasnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya