berita2.com (Kupang): Untuk memenuhi kebutuhan minyak tanah yang cenderung meningkat menjelang hari raya, PT Pertamina NTT menambah distribusi minyak tanah sebanyak 300 ribu liter hingga akhir Desember 2010. Total minyak tanah yang akan didistribusi sebanyak 1.805.000 liter.
Demikian Sales Area Manager Pertamina NTT, Elhard TB Wariki saat ditemui di di Kupang, Senin 13 Desember 2010. Menurut Wariki , distribusi rutin minyak tanah bulan Oktober sebanyak 1.480.000 liter, bulan November sebanyak 1.470.000 liter, sedangkan bulan Desember direncanakan 1.505.000 liter.
"Ditambah dengan operasi pasar sebanyak 300 ribu liter, maka total minyak tanah untuk bulan Desember sebanyak 1.805.000 liter. Ini untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Kupang menyambut hari raya," jelasnya.
Wariki mengatakan, operasi pasar tersebut dimulai 11 sampai 30 Desember 2010, tetapi tidak dilakukan setiap hari, hanya dalam waktu 12 hari. Agen yang akan melihat daerah mana yang perlu operasi pasar, maka agen yang ke daerah tersebut.
Wariki, menambahkan, stok minyak tanah cukup bahkan akan masuk lagi minyak tanah di depot Tenau. "Masyarakat tidak perlu cemas dan takut karena stok minyak tanah cukup," katanya.
Dia membantah, jika saat ini di Kota Kupang terjadi kelangkaan minyak tanah, yang telah membuat resah warga. Bahkan, sejak akhir November lalu, banyak warga mulai kesulitan mendapatkan minyak tanah di sejumlah agen resmi.
“Yang terjadi di Kupang saat ini bukan kelangkaan tetapi masalah distribusi. Namun, kami berjanji, untuk mengatur system distribusi ke agen-agen, sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kadis Perindag Kota Kupang, Umbu Manna, yang dihubungi pada kesempatan terpisah menjelaskan, ada lonjakan permintaan menjelang hari raya karena penggunaan minyak tanah di atas normal.
Menurutnya, sudah ada instruksi dari Walikota Kupang dalam rangka pengendalian dan pengawasan minyak tanah bersubsidi di lapangan. Mulai dari SKPD hingga RT/RW juga ikut mengawasi.
"Dari segi stok dan distribusi mencukupi. Karena itu, masyarakat jangan panik. Tidak perlu membeli minyak tanah dalam jumlah yang tidak wajar," katanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya