berita2.com (Kupang): Harga beras di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami sedikit kenaikan, kecuali beras bulog yang harganya relatif stabil, pada kisaran Rp 5.600 per kilogram. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTT, Eddy Husein Ismail, di Kupang, Senin 13 Desember 2010.
“Dari hasil pantauan di beberapa pasar tradisional di Kupang, harga beras medium 2 naik dari Rp 6.333 menjadi Rp 6.600 /kg, jenis super dari Rp 6.287 menjadi Rp 6.300 / kg dan beras lokal Rp 6.633 naik menjadi Rp 6.750 / kg,” katanya.
Menurut Eddy, masih stabilnya harga beras bulog di Kupang, dipengaruhi oleh Operasi Pasar Khusus (OPK), yang digelar Bulog Divisi Regional NTT, setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan Rp 5.800 / kg.
OPK beras ini, katanya, yang digelar pada awal November 2010, bertujuan untuk mengendalikan harga beras di pasar, karena dikhawatirkan akan meresahkan masyarakat menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Selain beras, harga beberapa bahan kebutuhan pokok di Kupang, juga mulai mengalami kenaikan seperti minyak goreng curah, minyak goreng kemasan, telur ayam. ayam broiler dan ayam kampung,” jelasnya.
Dia menyebutkan, harga minyak goreng curah dari Rp 10.00 menjadi Rp 10.250 / kg, minyak goreng kemasan ukuran 620 ml dari Rp 9.800 menjadi Rp 10.000. Sedangkan telur ayam, dari Rp 19.900 naik menjadi Rp 20.900 / kg, ayam broiler dari Rp 33.400 menjadi Rp 34.000/ kg dan ayam kampung dari Rp 46.750 menjadi Rp 48.375/ kg.
Meski demikian, kata Eddy, ada beberapa bahan kebutuhan pokok, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat menyambut Natal dan Tahun Baru yang tidak mengalami kenaikan yaitu gula pasir dan tepung terigu.
“Hasil pantauan, harga gula pasir masih pada kisaran Rp 11.600 / kg dan tepung terigu yang justru mengalami penurunan dari Rp 11. 800 menjadi Rp 10.300/ kg,” tambahnya.
Dia menjelaskan, menjelang Natal dan Tahun Baru pihaknya juga menggelar pasar murah di kelurahan-kelurahan yang ada di Kupang, bekerja sama dengan para distributor bahan kebutuhan pokok, guna membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Kata dia, sampai dengan H- 12 pasar murah sudah diselenggarakan di sepuluh dari 49 kelurahan yang ada di Kupang.” Pasar murah ini masih terus digelar, hingga H-1 menjelang Perayaan Natal,” ujarnya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya