berita2.com (Kupang): Gubernur Nusa Tenggaras Timur, Frans Lebu Raya, mengingatkan Pertamina dan pemerintah kota/kabupaten di seluruh NTT untuk memperketat pengawasan terhadap distribusi minyak tanah menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Dengan demikian, tidak ada oknum yang bermain di air keruh untuk mencari keuntungan besar, tapi mengganggu ketenteraman rakyat,” kata Lebu Raya, di Kupang, Sabtu 11 Desemnber 2010
Menurutnya, permintaan itu berkaitan dengan distribusi minyak tanah di Kota Kupang yang menimbulkan persoalan. Untuk itu, para pemangku kepentingan pada minyak tanah menjaga stabilitas distribusi sehingga konsumen tidak menemui kesulitan.
"Pada rapat soal bahan bakar minyak (BBM) bulan November lalu, Pertamina melaporkan stok cukup. Yang bermasalah hanya minyak tanah bersubsidi. Tapi, sekarang timbul persoalan di mana-mana. Saya minta semua pihak memperketat pengawasan sehingga distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan gejolak," jelasnya,
Gubernur mengingatkan Pertamina untuk konsisten dalam mendistribusi minyak tanah sampai di tempat-tempat yang ditetapkan. Pertamina perlu mengawasi secara ketat. Bagi agen atau pangkalan yang tidak mematuhi sistem distribusi, kata gubernur, perlu ditinjau kembali izin operasinya. Jika perlu, Pertamina melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), jika didukung bukti kuat ada penyimpangan di pangkalan.
Sebelumnya, Wali Kota Kupang Daniel Adoe mengeluarkan instruksi kepada aparatnya untuk mengawasi secara ketat distribusi minyak tanah untuk menghindari terjadinya kelangkaan bahan bakar tersebut di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurut Adoe, instruksi tersebut lebih berkaitan dengan pelarangan bagi pihak pangkalan untuk tidak melakukan penjualan kepada masyarakat industri, selain masyarakat umum yang lebih membutuhkannya.
Kota Adoe mengatakan, kebijakan ini dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi seluruh warga masyarakat agar lebih mudah mengakses kebutuhan bahan bakar rumah tangga itu.
Menurut dia, pemerintah berkewajiban untuk memberikan kemudahan akses kepada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk juga sejumlah kebutuhan akan bahan bakar dalam rumah tangganya.
"Dengan demikian, masyarakat kita akan semakin lebih nyaman dan mudah dalam memenuhi kebutuhannya, apalagi menjelang Hari Raya Natal," kata Adoe.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kupang Edjben Doeka secara terpisah mengatakan, pasokan minyak tanah dari Pertamina Kupang seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, karena setiap pangkalan mendapat jatah sebanyak 1.510.133 liter setiap bulan.
Pasokan itu, katanya, didistribusikan untuk 548 pangkalan di Kota Kupang dengan jumlah angka yang bervariatif sesuai jumlah penduduk di setiap lokasi pangkalan. Dari jumlah distribusi tersebut, dapat diasumsikan bahwa setiap jiwa akan terlayani 4,5 liter setiap bulannya berdasarkan jumlah penduduk Kota Kupang hasil sensus penduduk 2010 sebanyak 335.835 jiwa.
"Seharusnya dari jumlah pasokan yang ada dan dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Kupang, maka kebutuhan akan minyak tanah cukup dan tidak perlu ada antrean karena kekurangan akan kebutuhan bahan bakar dalam rumah tangga itu," kata dia.
Dia menilai telah terjadi sejumlah kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah pangkalan di saat melakukan distribusi kepada pengecer dan masyarakat, sehingga tidak bisa melayani kebutuhan masyarakat secara total.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya