berita2.com (Kupang, NTT): Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan, pada tahun 2013 NTT memiliki 1,5 juta ekor sapi. Saat ini NTT baru memiliki 700 ribu ekor. Pengembangan ternak sapi akan diarahkan kepada kelompok usaha kecil menengah (UKM). Wakil Gubernur NTT, Esthon Foenay mengatakan itu di ruang kerjanya, Selasa 19 Juli 2011
Wagub memaparkan, potensi NTT ada di laut seperti rumput laut, ikan, taman laut, garam dan wisata bahari. Namun karena regulasi sehingga potensi ini belum dimaksimalkan. Sedangkan potensi perkebunan seperti kakao dan kopi sudah diekspor melalui Surabaya ke Amerika.
Selain potensi laut, kata dia, NTT masih mengunggulkan potensi ternak. Apalagi, NTT telah ditetapkan sebagai salah satu daerah penyuplai daging nasional. Dengan demikian, rakyat daerah ini, terutama yang tergabung dalam kelompok usaha kecil dan menengah didorong untuk menjadikan peternakan sapi sebagai usaha ekonomi produktif.
"Upaya ini perlahan membuahkan hasil, sehingga pemerintah yakin 2013 NTT mampu memproduksi 1,5 juta sapi," katanya.
Kendala yang dihadapi saat ini, kata Wagub, pemotongan sapi betina yang masih produktif. Untuk itu pemerintah telah mengantisipasi dengan membeli sapi betina produktif yang hendak dijual masyarakat dan diserahkan kepada kelompok peternak untuk dikembangkan.