berita2.com (Kupang, NTT): Komisi Penanggulangan Aids Provinsi (KPAP) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menemukan 70 penderita HIV dan Aids di daerah itu, sejak Januari hingga Mei 2011. Dengan temuan ini, maka total penderita HIV dan Aids di NTT menjadi 1.405 orang.
"Tahun ini, kita temukan sebanyak 70 penderita HIV dan Aids," kata Sekretaris KPAP NTT, Dr.Husein Pancratius di Kupang, Selasa 19 Juli 2011.
Menurut dia, puluhan penderita HIV dan Aids ini ditemukan saat pemeriksaan di klinik Voluntary and Counseling Test (VCT) di sejumlah rumah sakit di NTT. "Di setiap rumah sakit, ada klinik untuk pemeriksaan HIV dan Aids," katanya.
Karena itu, kata dia, KPAP mendorong agar mereka terus melakukan pengobatan di rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan Anti Retro Viral (ARV). "Kita terus mendorong mereka agar mendapatkan pengobatan yang layak," katanya.
Dia mengatakan, sejak ditemukan pertama kali di Kabupaten Flores Timur pada tahun 1997 lalu, jumlah penderita HIV dan Aids di NTT terus mengalami peningkatan, hingga mencapai 1.405 pada tahun 2011, dari sebelumnya 1.335 orang.
Dari jumlah itu, jelas Husein, penderita HIV sebanyak 748 orang dan Aids sebanyak 657 orang. Bahkan, 341 orang diantaranya meninggal dunia.
Penyebaran kasus HIV dan Aids ini, tambah Gusti, lebih banyak disebabkan heteroseksual mencapai 93 persen, dan penggunaan napza suntik sebesar tiga persen.
Dilihat dari jenis pekerjaan, lanjutnya, penderita tertinggi dari sektor swasta, diikuti ibu rumah tangga (IRT), petani dan lainnya. Dari usia, penderita terbanyak berada pada usia antara 31-35 tahun. Bahkan, sebanyak 44 balita di NTT juga terifenksi HIV dan Aids.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya