berita2.com (Kupang, NTT): Hingga pertengahan tahun 2011, angka pengangguran di NTT masih cukup tinggi. Sebanyak 70 ribu dari 2,1 juta jiwa angkatan kerja masih menganggur.
Fakta itu disampaikan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Kupang, Selasa , 22 Juni 2011 “Tingginya angka pengangguran di NTT dipicu masih besarnya jumlah penduduk miskin di wilayahnya yang mencapai 23, 03 persen,” katanya .
Menurut Lebu Raya, dari 4.679.316 jiwa penduduk yang bermukim di NTT, 23,03 persen di antaranya masuk kategori miskin. Bila dihitung secara rinci maka sebanyak 1.077.646 warga NTT masih masuk sebagai penduduk miskin.
“Salah satu upaya penanggulangan masalah kemiskinan yang ditetapkan Pemprop NTT tahun ini dengan menurunkan jumlah penduduk miskin dari 23,03 persen menjadi 20,12 persen. Tentunya persoalan itu tidak gampang karena di sisi lain angka pengangguran di NTT masih tinggi yang mencapai 3,34 persen,” kata Lebu Raya.
Menurut Lebu Raya, persoalan pengangguran dan besarnya jumlah penduduk miskin harus menjadi perhatian bagi peserta rapat koordinasi. Diharapkan peserta rakor dapat merumuskan langkah-langkah percepatan penuntasan penanganannya ke depan.
Dia menambahkan, Pemprop NTT juga memiliki delapan agenda pembangunan untuk penanganan masalah kemiskinan dan ketenagakerjaan di wilayahnya. Delapan agenda itu tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah 2009-2013. “Dan, Pemprop NTT telah menetapkan prioritas utama menjadikan NTT sebagai propinsi jagung, ternak, koperasi dan cendana,” imbuh Lebu Raya.
Untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan dan penguatan kapasitas perekonomian, demikian Lebu Raya, Pemprop NTT bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTT telah melaksanakan program desa Mandiri Anggur Merah pada 287 desa/kelurahan tahun ini. Alokasi dananya masing-masing desa mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp 250 juta.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya