berita-beritadotcom (Kefamenanu.NTT) Bola panas kisruh Pemilukada masih terus menghantui warga Timor Tengah Utara, NTT, belakangan ini, warga diresahkan dengan beredarnya surat pernyataan dukungan politik kepada Bupati Raymundus Sau Fernandes dan Wakil Bupati Aloysius Kobes.
Tidak saja warga, semua instansi pemerintah dan 175 desa/kelurahan yang ada di wilayah kabupaten setempat. Mulai resah, lantaran ada petugas yang menyodorkan sehelai kertas, guna didatangani surat pernyataan dukungan kepada pimpinan daerah setempat.
"Sejak akhir pekan lalu saya mendapat SMS dan telpon dari banyak PNS bahwa mereka ketakutan kalau tidak tanda tangan surat pernyataan dukungan kepada kepemimpinan bupati-wakil bupati sekarang,"ungkap Direktur LAKMAS Cendana Wangi NTT, Victor Manbait di Kefamenanu, Senin (14/5).
Menurut dia, sebelumnya dirinya ditelpon oleh seorang PNS di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU bahwa di lembaganya sedang diedarkan surat pernyataan mendukung pemerintahan Bupati Raymundus Sau Fernandes dan Wakil Bupati Aloysius Kobes.
Dikatakan sesuai pengakuan PNS dimaksud, kondisi psikologis sebagian PNS di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut berada dalam keadaan ketakutan sehingga terpaksa menandatangani surat pernyataaan dukungan politik kepada kepemimpinan bupati-wakil bupati sekarang.
"Barusan ada seorang PNS di lingkup Dinkes telphon saya, dengan suara perlahan dia bilang, pak ini kami dikasih surat mau tanda tangan ini dan kami takut sambil bilang ulang-ulang ke saya agar namanya jangan disebut,"Jelas mantan Ketua Panwaslukada TTU itu.
Menanggapi peristiwa ini, Victor menilai kegiatan politik yang sedang dibangun tim sukes paket Dubes saat ini merupakan tindakan yang tidak terhormat dan mengganggu kenyamanan PNS untuk melaksanakan tugas pelayanan kepada publik dengan penuh rasa nyaman tanpa tekanan dari pihak manapun sesuai sumpah Sapta Prasetya Korpri sebagai pelayan masyarakat bukan pelayan penguasaan atau kekuasaan.
Fiktor meminta para PNS maupun warga masyarakat di desa/kelurahan se-TTU agar tidak terjebak dalam perilaku-perilaku oknum birokrat yang menarik masuk PNS dalam urusan politik. Ia meminta para PNS yang merasa kenyamanannya terganggu dengan ulah tim sukses (PNS-red) di wilayah itu untuk melaporkan peristiwa itu ke Mendagri maupun Menpan.
"Itu kegiatan konyol, saya harap dihentikan sebelum dilaporkan ke polisi karena meresahkan masyarakat khususnya PNS,"tegas Victor.
Sejumlah PNS ini mengakui terpaksa menandatangani surat dukungan politik tersebut karena format tersebut diedarkan langsung oleh atasannya.
"Kalau kami tidak tanda tangan nanti ketahuan bahwa kami tidak mendukung kepemimpinan bupati dan wakil bupati sekarang, jadi kami tanda tangan saja meski bertentangan dengan suara hati,"ungkap PNS tersebut seraya meminta agar namanya tidak dikorankan.
Menurut informasi yang diperoleh, pada hari rabu (16/05) ini, ratusan PNS Timor Tengah Utara yang telah menandatagani surat dukungan Politik Kepada Bupati dan wakil Bupati, akan turun ke jalan dan menggelar aksi demo besar-besaran.
Aksi ini sebagai tandingan, sebab sebelumnya, Ratusan massa Garda, salah satu pendukung mantan calon Bupati yang dianulir KPUD saat mendaftar waktu itu menggelar aksi demo Di KPUD setempat hingga berujung ricuh.(sebe)







