berita2.com (Taliwang, Sumbawa Barat, NTB): Kepala Dinas Perindustrian, Perdangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Lalu M. Azhar, memastikan bantuan dari kementerian perindustrian berupa mesin pupuk organik dan mesin pengolah rumput laut akan tiba pada Agustus mendatang untuk ditempatkan di kecamatan Poto Tano dan desa Kertasari kecamatan Taliwang.
Kepastian datangnya bantuan mesin pupuk organik yang berharga di atas Rp 1 miliar dan mesin pengolah rumput laut senilai Rp2 miliar itu, ditandai dengan datangnya kunjungan tim kementerian pada awal bulai mei tahun ini, untuk melakukan pengecekan berdasarkan proposal yang telah diajukan Disperindagkop setempat.
"Informasi yang kami dapatkan dari utusan kementerian yang datang pada awal bulan mei ini, dapat kita pastikan bahwa bantuan tersebut sudah sampai dan mulai kita operasikan pada bulan agustus mendatang. Kita hanya hanya menyiapkan lahan dan bangunan, sementara mesinnya mulai ditanggung oleh pemerintah pusat," terang Lalu M Azhar kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, rabu (25/5).
Kedua mesin itu nantinya akan ditempatkan di dua tempat yang berbeda dengan melihat potensi produksi dan pengembangan yang ada di masing-masing wilayah.
"Mesin Pupuk Organik dengan kapasitas produksi 1,5 ton/ jam akan kita tempatkan di kecamatan Poto Tano. Alasannya, selain karena daerah tersebut merupakan tempat populasi ternak terbesar di Sumbawa Barat, juga merupakan sebagai pasar ternak yang dilalui dan didatangi oleh kabupaten lain.
Sementara untuk mesin pengolah rumput laut dengan kapasitas produksi 2 ton/jam, akan ditempatkan di desa Kertasari kecamatan Taliwang karena di daerah tersebut memiliki lahan potensi budidaya rumput laut seluas 700 hektar dan baru digunakan sekitar 300 hektar lahan," papar Lalu M Azhar.
selain adanya potensi lahan, lanjut Lalu M Azhar, di desa Kertasari juga telah memiliki puluhan kelompok petani rumput laut yang terhimpun dalam sebuah koperasi. Dan koperasi itu akan dipercayakan untuk mengelola mesin tersebut.
"Mesin itu hanya mampu mengelola rumput laut dalam bentuk Chip (pengolahan rumput laut kering namun tidak berbentuk kerajinan yang siap dikonsumsi seperti makanan dan kosmetik). Namun dari segi pemasaran akan lebih memudahkan karena banyak daerah/perusahaan yang sudah berminat bekerjasama dalam jual beli. Dan untuk masalah harga, akan 5 kali lipat lebih tinggi dari harga rumput laut kering yang selama ini di jual oleh para petani rumput laut Sumbawa Barat," pungkasnya mengakhiri.
Untuk lahan dan bangunan kedua mesin tersebut, pemda KSB telah menyiapkan anggaran yang bersumber dari APBD, sementara 2 mesin bantuan pemerintah pusat bersumber dari Anggran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dalam pengoperasiannya nanti, diharapkan mampu memberi manfaat kepada masyarakat, terutama diwilayah mesin itu ditempatkan. dan mampu memberikan konstribusi nyata bagi daerah sebagai bagian dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumbawa Barat.(ardian)