berita2.com (Taliwang, Sumbawa Barat, NTB): Sesuai amanat paripurna VII, Panitia khusus (Pansus) Tenaga Kerja DPRD KSB mulai melaksanakan tugasnya, dengan diawali rapat kerja bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) setempat pada Jumat siang (20/5/2011).
Dalam rapat kerja yang berlangsung di gedung DPRD tersebut, terungkap fakta bahwa dari 107 perusahaan Subkontraktor PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tidak satupun yang memberikan laporan jumlah tenaga kerja secara rinci kepada dinas terkait.
"Kami sudah minta pada Disosnakertrans untuk mencari dan menyempurnakan data yang mereka miliki untuk disampaikan pada pertemuan kedua nantinya, dan itu meliputi nama dan Departemen (bagian) pekerjaan, Tempat Tanggal Lahir serta Alamat karyawan ," ungkap wakil ketua Pansus Tenaga Kerja, Syafruddin Deni saat dihubungi, Minggu (22/5/2011).
Menurutnya, Pansus tenaga kerja selain menuntaskan masalah tenaga kerja di subkontraktor, juga akan memanggil manajement PTNNT yang selama ini hanya memberikan data tenaga kerja mereka yang dihitung secara persentase dari seluruh karyawan yang mereka miliki.
"Sama seperti database yang harus diserahkan subkontraktor, Newmont juga jangan hanya memberikan data tenaga kerja lokal dengan mencantumkan jumlah karyawan perwilayah, tapi mencantumkan juga tempat tanggal lahir seluruh karyawan," ucap anggota DPRD KSB ini yang juga menjabat sebagai ketua Komisi I.
Adapun sejumlah data lainnya yang dibutuhkan Pansus diantaranya, data pelaporan tentang lowongan pekerjaan, data Subkont yang telah memiliki/tidak peraturan perusahaan dan terakhir data pencari kerja di KSB.
“Data-data itu sangat penting bagi kami karena itulah landasan kita dalam bekerja nantinya,” jelas Syafruddin Deni.
Ia menyebutkan, ada dua hal yang akan menjadi fokus Pansus. Pertama melihat porsi Naker lokal yang terserap di PTNNT maupun pada Subkontnya secara faktual dan kesejahteraan pekerja selama ini. “Kita akan kaji juga terhadap rooster kerja Newmont yang selama ini masih terus menuai kontroversi di internal pekerja sendiri,” paparnya.
Pansus akan fokus terhadap data-data dari Disosnakertrans untuk dilakukan kajian sehingga dapat dijadikan landasan pertanyaan terhadap manajemen perusahaan, dan Setelah data tenaga kerja dianggap cukup lengkap, rencananya pansus akan bekerja marathon untuk memanggil seluruh perusahaan yang ada.
“Kami sangat memerlukan data itu secepatnya dari Disnaker. Setelah lengkap, kami akan melakukan pemanggilan baik kepada Subkotraktor maupun kepada Newmont selaku perusahaan yang menjadi obyek dari Pansus ini,” tutup Syafruddin Deni. (ardian)