berita2.com (Taliwang, Sumbawa Barat, NTB): Dengan disertai puluhan anggota DPRD, sekitar seribu Masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Tutup Tambang (Gerat-Tumbang), kembali melakukan aksi unjuk rasa di PT Newmont Nusa Tenggara untuk menuntut pemerintah pusat memberikan saham 7 persen kepada KSB sebagai daerah penghasil.
Massa yang datang dari seluruh penjuru wilayah KSB itu, sebelumnya berkumpul di kantor kecamatan Maluk dan selanjutnya pada pukul 10:00 wita, bergerak jalan kaki sekitar 500 meter menuju gate (pintu masuk) lokasi pertambangan PTNNT.
Orasi massa diawali oleh salah satu anggota dewan perwakilan partai Golkar, Saifullah ,S.Pt, menjelaskan penyebab utama adanya aksi lanjutan yang dilakukan oleh masyarakat , yakni masih tetap sama pada aksi sebelumnya untuk menuntut Tritura (tiga tuntutan) rakyat Sumbawa Barat.
"Semua anggota DPRD KSB mendukung penuh gerakan rakyat Sumbawa Barat dalam Tritura, hari ini kami turun ke jalan sebagai bagian dari masyarakat untut menuntut hak-hak rakyat yang harus dipenuhi oleh pemerintah pusat dan PTNNT," cetus Syaifullah, dihadapan massa, Rabu (18/5/2011).
Tiga tuntutan rakyat Sumbawa Barat meliputi saham 7 persen yang dilepas PTNNT harus diberikan kepada daerah penghasil (KSB) selaku daerah yang merasakan langsung akibat dari adanya penambangan terbuka, tuntutan selanjutnya yakni menuntut PTNNT mematuhi Peraturan Daerah (perda) nomor 1 tahun 2010 tentang komisi kegiatan pertambangan dan tuntutan terakhir, dilibatkannya Sumbawa Barat dalam revisi Kontrak Karya (KK) PTNNT dengan Pemerintah Republik Indonesia.
Orasi selanjutnya dilontarkan anggota dewan perwakilan dari partai Demokrat, Ahmad,S.Ag,M.Si, memaparkan bahwa perjuangan rakyat Sumbawa Barat untuk merebut saham 7 persen telah mendapat dukungan dari DPR RI dan hari ini masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat, kepada siapa saham tersebut akan diberikan
Senada dengan Nasir,ST anggota DPRD, menegaskan, massa akan tetap berada dilokasi demostrasi hingga pengguman resmi di keluarkan oleh pemerintah pusat.
"Jika saham itu tidak diberikan pada daerah, maka kami akan tetap berada disini sebagai bentuk protes keras terhadap pemerintah pusat karena tidak menghargai KSB sebagai daerah penghasil dan bersentuhan langsung dengan dampak yang ditimbulkan atas adanya penambangan batu hijau oleh PTNNT," tutupnya.
Meski dibawah terik matahari, massa tetap bersemangat melakukan aksi dengan pengawalan ketat ratusan aparat keamanan.
Hingga berita ini diturunkan (12:04 wita), aksi masih tetap berlangsung dan orator-orator dari anggota DPRD lainnya bermunculan, begitu juga dari Camat, lurah dan masyarakat umum. (ardian)