berita2.com (Taliwang, Sumbawa Barat, NTB): Ribuan nelayan di Sumbawa Barat yang datang dari berbagai penjuru pulau bergabung di kawasan laut teluk Benete. Mereka berupaya memblokir bongkar muat kapal-kapal yang akan mengangkut konsentrat milik PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), Rabu 13 April 2011.
Aksi tersebut sebagai bentuk penekanan terhadap Newmont dari masyarakat setempat dalam upaya mendukung Pemda Kabupaten Sumbawa Barat, yang sedang berjuang memperoleh 7% saham divestasi Newmont. Mereka menyebutkan, saham tersebut harus diberikan kepada Kabupaten Sumbawa Barat, karena mereka juga turut menanggung kerugian akibat aktivitas Newmont di daerah tersebut.
Selain membokade laut, masyarakat juga memblokade pintu gerbang perusahaan penambangan emas tersebut. Namun, kali ini, massa tidak sampai memblokade pintu masuk tambang.
Kamis pekan lalu, juga terjadi unjuk rasa dengan tuntutan yang sama. Seribuan orang yang terdiri dari mahasiswa dan warga berunjuk rasa di depan pintu gerbang PT Newmont Nusa Tenggara di Benete, Maluk, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis 7 April 2011.
Mahasiswa yang berunjuk rasa berasal dari Universitas Cordova, STKIP, STIE, STIH Muhammadiyah, dan Univesitas Nahdatul Wathan. Sementara itu warga yang ikut bergabung dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Sumbawa Barat yang menamakan diri Gerakan Rakyat Tutup Tambang. Massa beraksi dari pagi hingga petang.
Tidak ada satupun pihak manajemen PT Newmont Nusa Tenggara yang mau menemui massa. Akibatnya kericuhan tak terelakan saat demonstran berusaha merangsek masuk menerobos barikade aparat kepolisian. Baku dorong dan saling pukul antara massa dengan polisi tak terelakan. Sejumlah orang terluka dihajar polisi.
Untuk mengantisipasi aksi massa, pihak kepolisian mengerahkan tiga satuan setingkat kompi (SSK) bersenjata lengkap yang terdiri satu SSK Brigadir Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah NTB, satu SSK Brimob Sumbawa, dan satu SSK Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Kepolisian Resor Sumbawa Barat.
Selain meminta saham sebesar tujuh persen, massa mendesak pemda Sumbawa Barat untuk segera menyerahkan urusan tersebut kepada rakyat dengan alasan adanya mosi tidak percaya kepada pemda yang terkesan lemah dalam bernegosiasi. Demonstran juga menuntut Bupati Sumbawa Barat mundur dari jabatannya bila tidak mampu merebut saham divestasi sebesar 7% itu.
Aksi massa kembali terjadi setelah PT Newmont Nusa Tenggara berencana memberikan saham tujuh persen kepada pemerintah pusat. Sementara rakyat Sumbawa Barat sangat membutuhkan karena hingga kini masih masuk dalam kategori wilayah tertinggal meski mempunyai perusahaan emas terbesar
di Nusa Tenggara.