berita2.com (Mataram, NTB): Warga dikejutkan oleh suara ledakan keras yang diduga berasal dari bagian belakang kantor Polisi Resort (Polres) Lombok Barat, NTB, sekitar pukul 22.00 Wita, Sabtu 09 April 2011. Anehnya, pihak kepolisian setempat terkesan menutupi penyebab ledakan ini.
Catur (40), warga Desa Jembatan Kembar yang rumahnya persis di depan kantor Polres, mendengar suara ledakan keras yang bersumber dari kantor polisi itu. Ledakan juga membuat bagian kaca rumahnya bergetar. Catur mengira itu adalah suara petir.
“ Tapi kan nggak ada hujan angin, Cuma gerimis. Kami juga mengira ada gardu listrik yang meledak. Tapi nggak ada, listrik juga normal,” ungkap Catur kepada wartawan, Minggu pagi 10 April 2011.
Beberapa saat setelah ledakan terdengar, salah seorang keluarga Catur yang tidak mau ditulis namanya, keluar rumah untuk melihat situasi. Seorang anggota polisi sempat bertanya ringan.
“Sempat dengar ledakan tadi? Nggak usah terlalu dihiraukan dah,” ungkapnya menirukan kata anggota polisi itu.
Kepala Desa Jembatan Kembar, Lalu Sutrawan, juga mengakui telah mendengar suara ledakan.
“Saya sudah cek, nggak ada ledakan gardu ataupun benda yang disambar petir,” ungkap Sutrawan bersama warga lainnya.
Wartawan menanyakan penyebab ledakan ke pihak kepolisian setempat. Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Agus Dwi Ananto, yang dihubungi via HP, menyatakan bahwa suara ledakan berasal dari gardu listrik. Saat ditanya lokasi gardu yang dimaksud Agus buru-buru menyarankan agar wartawan bertanya langsung ke Kapolres. Agus sempat mengatakan apa pentingnya memberitakan suara ledakan itu.
“Hanya konslet gardu karena petir bos, jangan dong terlalu heboh,” kata Agus lewat sebuah pesan pendek.
“Gardu listrik yang koslet akibat hujan angin di belakang Polres dan timbulkan suara ledakan,” tambah Kapolres AKBP Agus Supriyanto, melalui pesan pendek pula.
Wartawan telah memastikan tidak ada ada gardu listrik yang terletak di sekitar kantor Polres.(RAI)





