berita2.com (Mataram, NTB): Ratusan warga Dusun Endok, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, NTB, memblokir jalan menuju kawasan pantai dekat dusun setempat. Warga kesal terhadap aktifitas pengerukan pasir pantai yang tidak berijin dan telah membuat kondisi jalan yang melewati kampung rusak parah.
Warga beramai-ramai menutup jalan menuju kawasan pengerukan pasir dengan cara menanam pohon pisang dan bebatuan, sekitar pukul 09.00 Wita, Rabu (09/03). Sejak maraknya aktifitas pengerukan pasir pantai dekat kampung setempat, ratusan kendaraan berat pengangkut pasir melintas dan menyebabkan jalan rusak sepanjang 4 kilometer lebih.
“Pantai kami rusak, jalan kami juga rusak parah,” ungkap Mahdan (45), salah seorang warga Endok.
Eksploitasi pasir pantai Endok sudah semakin mengkhawatirkan sejak dimulainya pengerukan sekitar 2 tahun lalu. Kawah-kawah berdiameter besar menganganga dan berjejer dengan jarak hanya satu hingga dua meter dari air pantai. Salah satu kawah bahkan sudah menyatu dengan air laut.
Warga sekitar juga mengkhawatirkan abrasi besar yang mengancam keselematan mereka jika sewaktu- waktu air laut pasang. Aparat pernah turun sebelumnya serta sempat mengamankan satu unit kendaraan alat keruk, namun aktifitas pengerukan di beberapa titik tetap saja berjalan.(RAI)