berita2.com (Mataram, NTB): Nelayan di Kabupaten Lombok Barat, NTB, sudah tidak melaut sejak sekitar dua bulan lalu. Nelayan setempat memperkirakan belum stabilnya cuaca akan berlangsung hingga satu bulan mendatang. Mereka berharap pemerintah memberikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka selama tidak melaut.
“Kami sudah lama nggak melaut. Hasil bekerja serabutan sangat minim dibandingkan dengan hasil melaut. Terpaksa kami mengharapkan bantuan pemerintah,” ungkap Badri (47), salah seorang nelayan Pantai Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, saat ditemui, Selasa 18 Januari 2011.
Sejak cuaca buruk terjadi belum lama ini, nelayan setempat mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pokok mereka. Mereka terpaksa mencari pekerjaan sampingan seperti menjadi buruh kasar, meski dengan pendapatan seadanya.
“Dulu sekali melaut kami bisa dapat Rp 5 ratus ribu hingga Rp 1 juta, saat ini lihat uang 50 ribu saja sulit sekali,” lanjut Badri.
Hal yang sama juga dikeluhkan nelayan Pantai Jeranjang, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. “Ketimbang beras Dinas Sosial disimpan saja hingga busuk, kenapa tidak disalurkan ke kami,” ugkap Sahnan (45), nelayan setempat.
Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, Poniman, dkonfirmasi terpisah, justru mengatakan tidak bisa membantu kesulitan nelayan. Kesulitan nelayan dianggap bukan bagian dari akibat bencana alam.
“Mereka tidak melaut kan bukan bagian bencana. Itu tugasnya bagian rawan pangan di Dinas Pertanian,” ungkap Poniman, diruang kerjanya, Selasa 18 Januari 2011
Dia membenarkan jika dinasnya masih menyimpan stok beras, mie, sarden, peralatan masak, selimut dan seragam sekolah. “Beras masih lima ton. Tapi itu tidak boleh diganggu. Itu beras cadangan yang harus ada,” lanjut Poniman.
Meski demikian, dia akan menindaklanjuti soal kesulitan hidup nelayan jika sudah ada surat yang masuk ke kantornya. (rai)