berita2.com (Mataram): Petani di Kabupaten Lombok Barat, NTB, bersama petani di Kupang, NTT, diikutkan dalam program Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang diselenggarakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui bantuan pemerintah Australia. Petani dituntut melakukan pola tanam berdasarkan bacaan iklim secara ilmiah.
“ Untuk wilayah Indonesia Timur, hanya Lombok Barat dan Kupang NTT,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Lombok Barat, Lalu Suaidi, saat ditemui, Rabu 12 Januari 2011.
Dalam sekolah ini, para petani mendapatkan pelatihan soal iklim secara menyeluruh seperti sifat iklim, perubahan cuaca, serta menentukan waktu tanam agar hasil lebih meningkat. Pelatihan perdana telah dilaksanakan terhadap para petani di Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, belum lama ini.
Kabupaten Lombok Barat memiliki areal pertanian seluas 16. 800 hektar lebih. 12 ribu hektar diantaranya masuk kategori lahan irigasi 2 kali tanam, sisanya kategori 1 ksli tanam. Selain itu, terdapat sekitar 40 ribu hektar lahan kering yang membutuhkan peningkatan kualitas.
Selama ini petani setempat selalu mengandalkan prakiraan iklim secara tradisional saat hendak menanam. Perubahan iklim yang tidak menentu seringkali menyebabkan tanaman mereka rusak. Petanipun merugi.
Sementara itu untuk mendukung ketersediaan air bagi tanaman petani, Dinas Pertanian akan berupaya memaksimalkan program 1 hektar satu embung. Teknisnya, setiap satu hektar areal persawahan akan dibangun embung dari bantuan pemerintah dan swadaya petani.(rai)