berita2.com (Mataram): Seorang pelamar bernama Nur (25), asal Narmada Lombok Barat, tetap saja tidak lulus meski sudah menyerahkan uang puluhan juta rupiah kepada pelaku penipuan.
Modusnya, pelaku mengganti lembar pengumuman yang tertempel di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat dengan lembar pengumuman buatan sendiri. Nama para korban dicantumkan agar mereka yakin.
“Dia ngaku orang dekat sejumlah pejabat,” ungkap Gimah, Bibik dari Nur, bersama Kepala Dusun, Zaidun, saat ditemui, Sabtu 1 Januari 2011.
Pihak keluarga awalnya menyerahkan nasib Nur kepada seorang calo berinisial Bd. Namun saat pengumuman kelulusan tanggal 20 Desember lalu, nur tidak lulus.
Bd lalu mengalihkan tugasnya kepada Dd. Calo asal Kediri ini memperkenalkan diri pada keluarga korban. Dd menceritakan bahwa BKD masih membuka peluang bagi 29 orang untuk menjadi CPNS susulan. Nama Nur bisa masuk asal menyerahkan uang jasa.
Agar korban semakin yakin, Dd nekat mengganti lembaran pengumuman yang terpampang di kantor BKD dengan lembar pengumuman palsu buatannya. Disini nama Nur dan dua korban lainnya, dimasukkan. Korban diminta melihat kembali papan pengumuman.
“Kami terkejut bahagia nama anak kami tercantum. Kami sudah serahkan uang 60 juta kepada Dd. Kami baru sadar kalau pengumuman itu palsu setelah diberitahu pihak BKD,” ungkap Gimah.
Atas kejadian ini, keluarga Nur, didampingi LSM Government and Parliement Watch (GOMPAR), melapor ke polisi dengan nomor laporan LP/296/X11/2010/NTB/Res Lobar.
Dd sebenarnya pemain lama. Beberapa tahun lalu dia pernah berurusan dengan hokum lantaran nekat memalsukan tandatangan orang paling dekat Bupati Lombok Barat saat rekrutmen tenaga Polisi Pamong Praja. Ia bebas setelah tindakannya dimaafkan.
“Kelalaian BKD adalah tidak mengawasi box pengumuman sehingga bisa diganti-ganti oleh oknum untuk kepentingan penipuan,” ungkap Amir Amraian Putra dari GOMPAR.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKD Lombok Barat, Fathurrahim, mengaku akan melaporkan tindakan pemalsuan dokumen oleh Dd.
“Ada satu lembar pengumuman yang dipalsukan. Disana terdapat tiga faraf palsu masing-masing faraf Kepala BKD, Asisten III dan Sekretaris Daerah,” ungkap Fathurrahim via telepon.
Selain Nur, terdapat juga nama dua korban masing-masing Titik dan Ismail. Keduanya adalah pelamar guru yang jelas-jelas tidak lulus berdasarkan data asli BKD.
“Dari awal kami sudah menghimbau agar masyarakat jangan percaya calo yang menjanjikan kelulusan dengan syarat uang,” pungkas Fathurrahim.(RAI)