berita2.com (Mataram): Cikungunya menyerang ratusan Kepala Keluarga (KK) Desa Bagek Polak Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, NTB, secara bergiliran sejak sebulan lalu.
Warga meminta pihak kesehatan kabupaten setempat agar secepatnya dilakukan fogging (pengasapan). Namun, mereka kecewa lantaran harus mengeluarkan uang untuk pengasapan yang menjadi kewajiban pemerintah itu.
Ratusan penderita tersebar di empat dusun di Desa Bagek Polak masing-masing Karang Kebon, Karang Kebon Barat, Karang Bucuk dan Jogot. Sebagian penderita ditangani pihak Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) setempat.
“Sudah tereserang sejak sebulan lalu secara bergiliran. Kami minta Dinas Kesehatan melakukan fogging. Tapi kami harus bayar hingga 400 ribu per sekali pengasapan. Katanya uang itu untuk beli obat, bensin, dan ongkos lelah petugas,” ungkap Kepala Desa Bagek Polak, S. Ibrahim, Selasa (28/12).
Penegasan yang sama juga dikatakan Kepala Poskesdes, Hariadi Rahman.
“Di awal-awal pernah ada pengasapan, saat itu masyarakat juga bayar. Sekarang warga hanya sebatas diberi bubuk abate” ungkapnya.
Pihak desa bersama Poskesdes akan menyurati Dinas Kesehatan Lombok Barat terkaitnya minimnya upaya pengasapan serta adanya pungutan itu.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Gde Aryane, saat dikonfirmasi, mengaku tidak tahu tentang pungutan itu. Pihaknya berjanji akan mengecek langsung ke lapangan tentang kebenaran lapora itu.
Sementara itu, Gdejuga akan segera menurunkan tim ke desa-desa untuk melakukan survei jentik nyamuk.
"Pengasapan tidak bisa serta merta dilaksanakan tanpa terlebih dulu melakukan survei jentik nyamuk di wilayah yang dinyatakan terserang cikungunya," katanya.
Kebijakan ini bertujuan agar pengasapan dapat dilakukan maksimal, mengingat anggaran fogging yang cukup tinggi. (RAI)