berita2.com (Mataram): Kasus Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal NTB di Timur Tengah yang kehilangan kontak dengan keluarga terus bertambah.
Rabu 22 Desember 2010, seorang ibu ditemani menantunya, mendatangi kantor Komisi Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (KPTKI) Lombok Barat, NTB, untuk mengadukan perilhal putrinya, Saupiatun (30), asal Dusun Gegutu Telage Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, yang sudah 6 tahun bekerja di Saudi Arabia namun tidak ada kabar hingga saat ini.
Hj Halimah, bersama Junaidi yang merupakan suami Saupiatun, mendatangi kantor KPTKI sekitar pukul 12.00 Wita. Sambil terus menangis, ia mengkhawatirkan nasib putrinya yang lama menghilang. Sang anak berangkat ke Saudi pada tahun 2004 melalui PT PA Jakarta
Saupiatun sebenarnya pernah menelpon sekitar 2 bulan yang lalu ke pihak keluarga suaminya. Ia menyatakan keinginannya untuk kembali ke kampung halaman dalam waktu dekat sambil menunggu gaji yang belum dibayar majikan.
Saupiatun menghubungi keluarga menggunakan fasilitas telepon rumah majikannya. Ia tidak diijinkan menggunakan seluler pribadi. Akibatnya, keluarga kesulitan menghubungi balik sang TKW.
“Ada temannya yang dari Jawa sering nelpon ke kami , menanyakan apakah Saupi dah nyampai belum di rumah. Katanya Saupi sudah nggak bisa dihubungi lagi setelah mengatakan ingin pulang. kami semakin khawatir,” ungkap Halimah.
Wakil Ketua KPTKI Lombok Barat, Lalu Ahmad Busyairi, yang ditemui saat menerima kedatangan keluarga Saupiatun, mengatakan, kasus serupa terus bertambah. Selain Saupiatun, pihaknya juga menerima pengaduan serupa dari keluarga TKW di Kecamatan Gunungsari.
“ Kami akan teruskan laporan ini ke pihak BP3TKI. Selain itu, kami akan gunakan jalur non informal dengan menghubungi teman2 NGO di Jakarta untuk membantu,” ungkap Busyairi.
Tahun 2010 ini, Kabupaten Lombok Barat mengirim sebanyak 5.130 TKI/TKW ke negara tujuan Malaysia Timur, Malaysia Barat dan Timur Tengah. Jumlah tersebut belum termasuk TKI/TKW yang menggunakan jalur tidak resmi.(RAI)