berita2.com (Selong, Lombok Timur): Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lombok Timur mendirikan PT Bank Sejahjtera khusus untuk guru.
Bank yang dirikan ini, akan mengakomodir seluruh guru di kabupten lombok timur, selain untuk memberikan kredit, bank ini juga dimaksudkan untuk memberikan suntikan modal bagi guru yang membutuhkan dana talangan.
Untuk memberikan pemahaman terhadap maksud pengurus PGRI ini, Kamis 16 Desember 2010 bertempat di Aula Handayani Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpopra) Lotim PD. PGRI lotim mensosialisikannnya kepada seluruh UPTD pendidikan dan PC.PGRI didua puluh kecamatan di kabupten Lotim.
Hadir pada acara sosialisasi tersebut Asisten bupati bidang administrasi pembangunan Drs. Muhzana,M.Pd. Kepala Dinas Dikpora Lotim Drs.H.M.Suruji dan perwkilan PW PGRI NTB M.Ikbal.
Kadis Dikpora Lotim Drs.H.M.Suruji dalam smbutannya mengatakan, bahwa dirinya menyabut baik didirikannya bank ini, namun dirinya masih mempertanyakan motivasi apa bank ini didirikan.
“ Saya juga belaum tahu, bagimana bentuknya dan apa tujuannya, karena belum diinformasikan oleh ketua PGRI,” jelas Suruji.
Menurut Suruji, semenjak dirinya menjadi anggota koperasi dan sejenisnya, dirinya tidak pernah diuntungkan oleh institusi keuangan tersebut, karena tidak sudah menjadi kebiasaan perndirian koperasi maupun bank hanya dibentuk atas kemauan pengurus bukan inisiatif anggota. “Jarang ada koperasi yang bisa menguntungkan anggotanya,” Ujarnya.
Hal yang paling sering terjadi tambah Sekjen PB NW Pancor ini,modal yang dimiliki oleh koperasi dan bank tersebut, hanya menguntungkan pengurus saja, bahkan tidak sedikit para pengurus mengkorupsi simpanan anggotanya.
“Oleh karena itu saya mempertanyakan apakah pendirian bank ini, niatnya untuk memancing dana dipusat atau tidak,” Tandasnya.
Bila PD. PGRI lotim dalam pendirian bank ini dilatar belakangi untuk agar mendapatkan suntikan dana dari pemerintah pusat Suruji menyarankan pendirian bank ini sebaiknya jangan dilanjutkan, karena akan sia-sia saja.
Suruji juiga mengatakan karakter orang sasak yang yang selalu latah bila melihat orang lain mendirikan hal yang baru, padahal belaum tentu menjadi kebutuhan dirinya dan anggota itu sendiri.
“ kita ini sering latah,bila melihat orang lain mendirikan sesuatu, kita kadang-kadang sering ikut-ikutan,padahal belum tentu berhasil,” ingatnya.(wan)