berita2.com (Mataram): Ratusan warga Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung, Lombok Barat, NTB, kembali memblokir jalan Provinsi yang menghubungkan Lombok Barat dan Mataram, Rabu (8 Desember 2011).
Jalan yang diblokir juga merupakan salah satu pintu masuk menuju lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang. Warga kecewa dengan pemerintah yang kerap berjanji akan memperbaiki kerusakan jalan akibat dilalui kendaraan berat milik proyek.
Pemblokiran jalan masih dilakukan sejak sekitar pukul 08.00 Wita hingga berita ini diturunkan. Warga menanam pohon pisang dan puluhan ban bekas sebagai bentuk protes. Kondisi jalan yang rusak parah diakui warga akibat lalu lalangnya kendaraan berat milik PLTU. Maraknya pengangkutan pasir dan tanah galian ilegal, juga semakin memperburuk kondisi jalan.
“Kami kecewa dengan pemerintah daerah yang tidak melindungi hak-hak kami dari kepentingan-kepentingan proyek ini,” ungkap Suhaili, Kaepala Dusun Bongor, Desa Taman Ayu, kepada wartawan.
Kerusakan parah di ruas jalan setempat mencapai sekitar lima kilometer lebih. Di kawasan ini terdapat pembangunan mega proyek PLTU 3x 25 MW yang memanfaatkan tanah galian disekitar pegunungan setempat. Banyak kendaraan besar untuk mengangkut pasir pantai juga melewati jalan ini. Pemkab Lombok Barat hingga saat ini belum berhasil menghentikan aktifitas galian liar itu.
Camat Gerung, Herman HS, yang datang ke lokasi sempat menyatakan kecewa terhadap aksi warga tersebut. Herman mengaku pemerintah tengah mengupayakan dana untuk memperbaiki kondisi jalan untuk sementara waktu. Sikap Camat kontan membuat sejumlah warga emosi.
Pertemuan kemudian digelar difasilitasi kepolisian sektor Gerung. Tidak ada penyelesaian dalam pertemuan ini, warga nekat akan tetap memblokir jalan hingga bahan material untuk jalan didatangkan.(RAI)