berita2.com (Selang, Lombok Timur): Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sangat serius mengorbitkan seratus ribu wirausahawan baru, dan ini merupakan salah satu program unggulan Gubernur NTB sebagai salah satu instrumen untuk lebih cepat mencapai misi NTB.
Beriman dan berdaya saing (bersaing), hal itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB. .Ir.H.Rosiady Sayuti,M.Sc. di hadapan peserta Seminar dan Loka Karya (Semiloka) yang bertempat di Pondok Bambu Sekarteja, Minggu (5 Desember 2010).
“Kita akan memulainya dengan pelatihan-pelatihan seperti ini, sehingga orang tersebut betul-betul memiliki jiwa entrepreneurship,” Kata Rosiady.
Untuk ,memjamin apakah seseorang tersebut memiliki jiwa entrepreneurship, pihaknya akan melakukan seleksi yang ketat, dan ini dilakukan oleh tim yang sudah dibentuk.
“ Banyak orang berfikir terus akan memulai, tapi tidak jadi memulai,” Ujar Mantan pembantu rektor Universitas Mataram (unram) ini.
Pihaknya juga yakin bahwa potensi sarjana yang ingin berwirausaha sangat melimpah, namun belum banyak yang tahu bagaimana caranya, dan kendala-kendala inilah yang harus kita retas,karena menurut Rosyadi kendala itu tidak hanya berbentuk permodalan atau finansial, tapi Mind set para wirausaha pemula juga penting dibentuk.
“ seorang wirausha pemula harus berani mengambil resiko,karena dengan sikap beranilah usaha itu bisa dimulai,” jelasnya.
Pendapat yang sama juga dikatakan oleh akademisi Unram Dr. Arifin Arya Bakti ia berpendapat,untuk memulai berwirausaha, hal yang paling utama dibentuk adalah mind set kewirausahaan, sesorang yang memeliki mind set kewirausahaan akan pandai melihat bangsa pasar.
“kalau mati lampu kata yang tidak memiliki kiwa kewirausaha, menggangpnya bencana. Tapi kalau yang memiliki jiwa dia akan mengatakan ini peluag untuk menjual lampu templok,” Ujarnya.
Kepandian dan kepiawian seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan jauh berbeda dari pada porang yang tidak memiliki jiwa tersebut, begitu juga dengan lepasan perguruan tinggi (sarjana red, bagi yang tidak memiliki jiwa tersebut,pasti hanya menunggu kapan pemerintah membuka formasi pegawai negeri sipil (pns), tanpa harus memulai sesuatu yang ia bisa kerjakan.
Peseta yang mengikuti Lokakarya ini, juga diminta tidak sekedar samapai pada seminar ke seminar, namun tidak berani mencoba memulai isi semianar yang didapatkan.
“ Ada seseorang aktif berseminar, seminar sana tidak pernah absen,sampai sekian tahun sibuk menjadi peserta.tapi tidakp pernah mauy mejadi pengusaha,” Kata Arifin yang disambut tertawa oleh peserta.
Direktur Lembaga Farabi Siena Lombok Timur, Hamzani,SE mengatakan sebagai lembaga yang konsen mengurus pelatihan dan penelitian, dirinya sangat terpanggil dan menyambut baik program Gubernur NTB untuk mencetak 100 ribu pengusaha baru, dan. Ia yakin hanya jalan ini NTB bisa unggul bersaing di kancah taransaksi regional dan internasional.
“ Acara ini dilaksanakan bekerja sama dengan kemeterian Pemuda dan olharaga RI, tujuannya bagimana membangkitkan jiwa entrepreneurship pemuda, sehingga mereka tidak terkungkung oleh persaingan global,”Ucapnya.
Selain itu, Kata Hamzani, semiloka ini juga dimaksudkan untuk menseleksi bibit-bibit unggul yang memiliki mind set kewirausahaan, yang akan dibina sampai tuntas, baik dari segi cara melihat peluang pasar,sampai pada permodalan.(wan)