brita2.com (Mataram): Luas kawasan pantai dan perairan Provinsi NTB tidak sebanding dengan jumlah personil Polisi Perairan (Polair), serta alat utama (alut) yang dimiliki. Tahun 2010 ini hanya terdapatv empat kasus perairan yang berhasil ditangani.
Personil Polair Polda NTB saat ini berjumlah 170 orang. Jumlah tersebut untuk menjaga sekitar 29.159 km2 lebih perairan provinsi NTB. Untuk mendukung tugas di lapangan, saat ini baru terdapat 2 unit kapal patroli tipe C2 dengan kekuatan 200 PK, 6 unit kapal tipe C3, 3 untit speedboat standar, serta 3 unit perahu karet. Polair juga menyiagakan sebanyak 11 Pos dan 2 pangkalan di titik-titik tertentu kawasan pantai Pulau Lombok dan Sumbawa.
“Untuk mengcover luas perairan itu jelas personil kami terbatas,” ungkap Kompol Sudaryadi, Kasubdit Pembinaan Opersional (Bin Ops) Dit Polair Polda NTB, Senin (06 Desember 12).
Untuk masalah alat-alat utama, lanjut Sudaryadi, idealnya masing-masing pos dilengkapi dengan kapal patroli minimal C3. Saat ini saja, pihak setempat baru hanya bisa mengaktifkan patroli rutin di wilayah perairan utara, sementara perairan selatan dilakukan pada waktu-waktu tertentu.
Minimnya personil dan keterbatasan prasarana juga mempengaruhi upaya penegakan hukum diwilayah perairan. Tahun 2010 ini hanya terdapat 4 kasus yang berhasil ditangani masing-masing 2 kasus tindak pidana perikanan berupa penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (Handak) dan 2 kasus Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) berupa penyelundupan kerang laut dan penyu di sekitar perairan Kabupaten Lombok Timur.
Solusi keterbatasan ini, Polair mengintensifkan kerjasama dengan masyarakat khususnya nelayan. Para nelayan diminta proaktif melaporkan tindak pidana yang mungkin saja mereka saksikan di wilayah perairan.(RAI)