berita2.com (Mataram): Murjenah (50), pasien muntah darah dari keluarga miskin Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, NTB, akhirnya meninggal dunia, Kamis (2/12/2010).
Bersama pasien miskin lain bernama Jasimah (36), Murjenah sempat ditelantarkan pihak RSUD Tripat Gerung, saat datang berobat pada Selasa (30/11) hanya karena kesalahan administrasi. Kala itu, pihak keluarga hanya bisa membaringkan Murjenah di halaman luar Rumah Sakit dalam kondisi sakit parah.
“Saat ditelantarkan kondisinya sudah sangat parah. Sekarang sudah meninggal,” ungkap Sahnil, salah seorang keluarga Murjenah, ketika dihubungi.
Sejak awal, keluarga Murjenah merasakan perlakuan yang diskriminatif oleh pihak Rumah Sakit. Hanya karena kesalahan administratif pada kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang dibawa, petugas kesehatan setempat menelantarkan Murjenah di halaman luar Rumah sakit meski dalam kondisi lemah sekitar. Petugas bergegas membawa masuk pasien justru ketika melihat wartawan datang hendak mengambil gambar. Ia langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Tidak berhenti sampai disana, di IGD, dokter yang menangani Murjenah justru semoat marah-marah dan mengatakan kalau Murjenah tidak serius sakit.
“ Ibu ini, pura-pura sakit aja,” kata dokter seperti yang diceritakan Sahnil.
Dari IGD, Almarhumah dibawa ke ruang perawatan. Selama di ruang perawatan, keluarga mengaku Murjenah hanya diberikan infus saja, tidak pernah diperiksa dan diberikan pengobatan. Sakitnya semakin parah dan akhirnya meninggal setelah menginap di RSUD itu sekitar pukul 11.00 Wita.
“ Terus terang kami sangat kecewa. Tapi bagaimana lagi, ini sudah ketentuan Tuhan,” pungkas Sahnil.
Tidak ada pihak satupun pihak RSUD Tripat yang bisa dikonfirmasi soal kejadian yang menimpa Murjenah. Pada wawancara sebelumnya, Direktur RSUD melalui Kabid Pelayanan, dr Fatoni, mengatakan kasus Murjenah hanya soal ketidakcocokan data pribadi pasien dengan data yang dimiliki pemerintah daerah Lombok Barat melalui Dinas Kesehatan.(RAI)