
berita2.com (Mataram, Nusa Tenggara Barat): Pertamina Pusat diminta secepatnya mengumumkan pemenang tender Stasiun Penerimaan Mini LPG Lombok agar segera terbangun untuk mendukung operasional tiga Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Lombok.
Satu diantara tiga SPBBE itu berlokasi di Lembar, Lombok Barat dan sudah mulai beroperasi , sedangkan dua lainnya menyusul dibangun di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur.
Stasiun Penerimaan Mini atau Depo Mini itu telah ditender tahun lalu dan semustinya sudah harus dibangun awal 2012. Namun hingga saat ini belum dilakukan pengumuman pemenangan tender, sementara kebutuhan elpiji di Lombok semakin meningkat seiring dengan program konversi minyak tanah ke elpiji dengan pembagian tabung elpiji 3Kg kepada masyarakat.
Proyek ini tidak memberatkan APBN karena akan dipikul oleh swasta yakni, perusahaan pemenang tender selaku mitra Pertamina dengan perkiraan investasi sekitar Rp200 Miliar.
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan elpiji, apalagi jika dua SPPBE lainnya sudah beroperasi maka pasokan elpiji yang selama ini bergantung dari Depo Manggis Bali, diperkirakan tidak akan mampu mensuplai sesuai kebutuhan masyarakat, sehingga pembangunan Demo Mini dianggap sudah mendesak.
Cuaca buruk seperti yang terjadi dalam beberapa hari ini misalnya, praktis menyebabkan pasokan elpiji ke Lombok terganggu, bahkan terancam langka. Sebab selama ini dari Manggis diangkut dengan jumlah terbatas menggunakan mobil tangki, carter kapal fery yang kadang terhambat cuaca.
Karenanya pembangunan Depo Min LPG di NTB ini dianggap penting untuk segera direalisasikan. Pertimbangan secara georafis, Lembar merupakan lokasi yang paling strategis, aman dari cuaca buruk dan efisien dari sisi jarak tempuh.
Kebutuhan elpiji di Lombok sekarang ini sekitar 90 ton perhari, sedangkan subsidi minyak tanah kini tinggal 20% digantikan elpiji maka pasokan dari Manggis tidak akan mampu mensuplai Lombok.
“Makanya kita minta kepada Pertamina Pusat supaya segera mengumumkan pemenang tender agar Depo segera terbangun” kata H. Izzul Islam Komisaris Utama perusahaan pengelola SPPBE Lembar kepada wartawan Sabtu.
Soal mendesaknya rencana pembangunan Depo Mini LPG di Lombok juga mengundang perhatian LSM, “Pusat harus ambil kebijakan untuk segera memutuskan pemenang tender, jangan menjadi terkatung-katung dan memprioritaskan pengusaha lokal,” kata Abdul Haris Humas, Goverment and Parlement Watch (Goparwatch) kepada wartawan.(Ori)


















