berita2.com (Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat): Sebagian besar nelayan di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih tidak melaut akibat cuaca buruk yang menerjang belakangan ini.
“Saya dan kawan-kawan kemarin coba turun lagi melaut tetapi tidak mendapatkan ikan akibat cuaca buruk,” kata Amin salah seorang diantara nelayan Sape.
Nelayan kesulitan melaut karena angin kencang disertai ketinggian gelombang yang mencapai lebih dari 3 meter cukup membahayakan keselamatan nelayanan karena hanya menggunakan perahu ukuran kecil.
Akibatnya, sejumlah nelayan merasakan kesulitan ekonomi, bahkan beberapa diantaranya terpaksa harus minjam sana sini untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
Tidak banyak aktifitas yang dapat dilakukan nelayanan sementara menunggu kondisi laut kembali normal. Kegiatan mereka antara lain memperbaiki perahu, mertajut kembali jaring yang rusak.
Kepala Unit Pelaksana tehnis (KUPT) Perikanan Kecamatan Sape, Akbar mengatakan, tidak hanya nelayan Sape yang tidak bisa melaut akibat cuaca buruk tetapi kondisi yang sama juga dialami nelayan Lambu.
“Kondisi ini tidak hanya berdampak langsung bagi nelayan tetapi juga dirasakan oleh pengusaha yang bergerak di bidang perikanan,” ujarnya.
Ketua Himpunan Masyarakat Nelayan Sape, Drs. H. Najib H. Ali MM meminta masyarakat nelayan untuk bersabar menghadapi kondisi siklus alam seperti yang dirasakan sekarang ini, “Mereka adalah saudara kita, dan kita berharap cuaca segera membaik agar mereka kembali melaut,” ujarnya(IK).


















