berita2.com (Taliwang, Sumbawa Barat, NTB): Kehadiran mesin gelondong di Sumbawa Barat dalam beberapa bulan terakhir terlihat meningkat drastis. Mesin yang menyertakan zat kimia pengolahan emas dalam pengoperasiannya itu,oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sangat dikhawatirkan akan membawa dampak buruk bagi kesehatan. karenanya, upaya pencegahanpun dilakukan.
Kepala bidang promosi kesehatan dinas kesehatan, Suhodo,mengemukakan,selain berbahaya bagi lingkungan, bahan kimia pengolahan emas seperti mercury, potasium, dan soda api menimbulkan bahaya bagi manusia. Terutama bagi mereka yang kontak langsung dengan zat kimia tersebut.
“Sosialisasi sudah kami lakukan, dan akan terus berlanjut diberikan terutama bagi para penambang rakyat dan operator gelondongan yang mulai marak di Sumbawa Barat,” kata Suhodo, kepada Tribun Sumbawa, Kamis (9/6/2011)
Sejauh ini, memang belum ada satu pun warga Sumbawa Barat yang telah merasakan dampak limbah pengolahan emas secara langsung. Namun tidak menutup kemungkinan, jika terus dibiarkan tanpa pengelolaan yang baik, maka lingkungan dan manusianya akan tercemar dan menimbulkan berbagai macam penyakit.
"Dampak negatif zat kimia pengolahan emas memang tidak muncul dalam jangka pendek, melainkan dalam jangka panjang (dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun mendatang). Zat kimia tersebut rentan terkontaminasi melalui saluran pernapasan dan bahan makanan yang terkontaminasi langsung logam berat, jika jumlahnya melampaui ambang batas normal, zat kimia tadi bisa membuat kelumpuhan dan penyakit kronis lainnya," terang Suhodo seraya menambahkan, bahwa penggunaan zat kimia terutama mercury secara tidak aman tidak saja membahayakan manusia yang bersentuhan langsung seperti para penambang dan operator gelondongan, namun juaga pada lingkungan dan air
Tidak hanya sosialiasai, tim dinkes bersama kantor lingkungan hidup dan ESDM setempat telah membentuk tim khusus untuk melakukan penelitian terhadap peta ancaman pencemaran mercury di beberapa wilayah Sumbawa Barat, termasuk terhadap proses uji sampel ulang terhadap kondisi Tailing Newmont.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, KH.Zulkifli Muhadli dilaporkan membuka acara sosialisasi operasi tambang rakyat yang diselenggarakan dinas ESDM setempat. Setidaknya ratusan penambang dan operator gelondongan menghadiri acara sosialisasi tadi.
Pemerintah menegaskan bahaya tambang rakyat dari berbagai aspek jika pengelolaan dan penerapan operasinya tidak sesuai ketentuan. Ini dilakukan menyusul upaya pemerintah yang akan melokalisasi para penambang illegal menjadi tambang rakyat yang dilindungi Peraturan Daerah (Perda).Tujuannya, agar pengolahan emas dilakukan dengan aman dan tidak merusak lingkungan sekitar. (ardian)