berita2.com (Bima, Nusa Tenggara Barat): Memasuki hari kelima, pemblokiran Pelabuhan Penyeberangan Sape, Kabupaten Bima oleh massa Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) masih tetap berlanjut, lebih dari seratus truk dan ratusan penumpang masih terkatung-katung di sekitar areal pelabuhan.
Akibat pemblokiran tersebut, operasional penyeberangan kapal feri dari Pelabuhan Sape menuju Labuhan Bajo, dan Waekilo (Sumba Barat Daya) Nusa Tenggara Timur (NTT) terhenti sehingga mengakibatkan terjadi penumpukan penumpang dan kendaraan.
Koordinator aksi Delian Lubis yang dihubungi melalui telepon Kamis (22/12/2011) malam mengatakan, mereka tetap akan melanjutkan aksi blockade Pelabuhan sampai dua tuntutan mereka dipenuhi. “Kami tidak butuh negosiasi, yang kami butuh adalah jawaban konkrit dari penguasa mengenai dua tuntutan kami,” kata Delian.
Sebagaimana diketahui, dua tuntutan yang dimaksud meminta kepada Pemkab Bima supaya mencabut SK 188 tentang eksplorasi pertambangan emas di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu dan mendesak pihak kepolisian segera membebaskan Adi Supriadi yang ditangkap polisi sebulan lalu terkait aksi unjuk rasa yang berakibat pada pembakaran Kantor Camat Lambu beberapa waktu lalu.
Jadi sebutnya, sepanjang tuntutan mereka belum dipenuhi maka aksi yang dilakukan sejak Sabtu (17/12) lalu itu akan tetap berlanjut, “Dengan apapun kami dihadapkan kami tetap bertahan memblokade pelabuhan, terkecuali tuntutan terpenuhi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, Ridwan Syah, mengkhawatirkan kondisi para penumpang termasuk para sopir dan kenek truk, “Mereka kan butuh makan dan minum yang tentu saja bekal yang ada semakin menipis,” kata Ridwan.
Selain truk dan penumpang yang tertahan di Pelabuhan Sape, juga dua kapal feri, KMP. Cakalang dan KMP Cengkih Afo belum diijinkan merapat di dermaga Pelabuhan Sape oleh massa.
Di atas dua kapal tersebut setidaknya terdapat sekitar 40 unit truk yang mengangkut hasil pertanian seperti pisang tujuan Bali menjadi rusak membusuk.
Terhadap ratusan penumpang kapal yang tadinya tertahan, dalam dua hari ini berhasil diangkut menggunakan dua kapal kayu yang tadinya membawa kayu menuju Sape dari Kalimantan mereka selanjutnya diberangkatkan kembali ke NTT.
Ridwan berharap segera ada penyelesaian terkait aksi pemblokiran Pelabuhan Sape tersebut, apalagi sekarang ini memasuki Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu ratusan aparat kepolisian didukung pasukan Brimob Polda NTB dikerahkan ke lokasi aksi, namun hingga hari kelima aksi masih berlangsung damai. (Ori)