berita2.com (Jakarta): Pemerintah akan menggelar Sail Morotai 2012 sebagai kelanjutan dari Sail Bunaken 2009 dan Sail Banda 2010. “Pilihan tahun 2012 di Pulau Morotai di Maluku Utara karena pulau ini berpotensi wisata dan memiliki nilai sejarah tinggi,” kata Menko Kesra Agung Laksono usai membubarkan Tim Operasi Surya Bhaskara Jaya yang melekat di Sail Banda 2010 di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/8/2010).
Menurut Agung, ada beberapa daerah yang mengajukan diri menjadi tuan rumah even 2012, seperti Bangka Belitung, Gorontalo, Wakatobi. Pemerintah akhirnya memilih Pulau Morotai untuk dipopulerkan ke manca negara karena memiliki potensi jual luar biasa bagi wisatawan, antara lain olahraga bawah laut yang sangat menarik.
Sementara di 2011 rencananya even seperti itu tidak diadakan, karena Indonesia tengah menghadapi banyak even. Seperti tuan rumah SEA Games, Asian Games, dan berbagai even internasional lainnya.
Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, mengatakan, Presiden SBY ingin agar kegiatan tetap dilakukan di bagian timur Indonesia.
Pulau Morotai terletak di Maluku Utara yang merupakan daerah pemekaran baru. Pulau ini kaya dengan rempah-rempah sejak abad 7 Masehi. Kekayaan lautnya pun melimpah. Pulau Morotai atau Bumi Moro dahulu digunakan Sekutu dalam Perang Dunia II sebagai pangkalan perang di bibir Pasifik.
Untuk itu sejak medio 2009 Malut Crisis Center (MCC) telah melakukan serangkaian kegiatan koordinasi, dan akan ditindaklanjuti pada 2010 dengan serangkaian SEMILOKA dalam bidang pengembangan SDA dan SDM. Puncaknya pada Oktober 2010 tepat di ulang tahun ke-11 Provinsi Malut, akan dicanangkan Maluku Utara 2020 dan Morotai 2015 sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Sebagai KEK Pulau Morotai telah didukung penuh Komisi VI DPR-RI, dengan melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum, 21 Januari 2010 di Jakarta. (her)