Ambon, (berita2.com): Gempa tektonik berkekuatan 4,5 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku pada Rabu(24/02) pagi, sekitar pukul 08.58 WIT, membuat masyarakat panik sehingga berlarian keluar rumah.
Kepala Pusat Stasiun Geofisika pada Pusat Gempa Regional Wilayah IX Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon Benny Sipolo, di Ambon, Rabu(24/02), mengatakan gempa tersebut terjadi sekitar pukul 08.58 dengan koordinat 4.47 Lintang Selatan - 127.49 Bujur Timur. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 km di bawah laut dan berjarak sekitar 71 km Tenggara Kabupaten Buru Selatan atau 113 km Barat Daya, Kota Ambon.
Gempa tidak menimbulkan gelombang pasang (tsunami) karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu peristiwa alam tersebut. Kabupaten Buru Selatan yang berada di Pulau Buru tercatat pada 22 Februari 2010 juga diguncang gempa beruntun. Gempa pertama pada Senin pagi(22/2) sekitar pukul 09.58 WIT berkekuatan 4,5 SR dengan koordinat pada 3,3 Lintang Selatan - 126,99 Bujur Timur atau 16 km Barat Daya Kota Namlea dan 133 km Barat Ambon di kedalaman 10 km di bawah laut.
Peristiwa serupa kembali terjadi Senin malam (22/2) sekitar pukul 19:39 WIT berkekuatan 4,9 SR dengan posisi gempa di 3.27 Lintang Selatan dan 126.98 Bujur Timur atau 131 km Barat Namlea, ibu kota kabupaten Buru dan 140 km Barat Laut Kota Ambon, ibu kota provinsi Maluku dengan kedalaman 10 km di bawah laut. Gempa terakhir mengguncang Maluku yakni di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara berkekuatan 5,4 SR pada Selasa sore (23/2), sekitar pukul 15.42 WIT dengan posisi 5.13 Lintang Selatan - 130.98 Bujur Timur. Benny mengatakan gempa beruntun mengguncang pulau Buru itu ternyata tidak menimbulkan kerusakan maupun korban lainnya.
"Para bupati dan wali kota yang daerahnya diguncang gempa telah diimbau agar meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan terjadi guncangan susulan dan tidak terpengaruh isu - isu bersifat provokatif," ujarnya.(*ek)