Jayapura, (berita2.com) : Tinggi gelombang laut di perairan Selatan Merauke, Papua, diperkirakan mencapai antara dua hingga lima meter dan bisa membahayakan perahu nelayan tradisional dan tongkang.
Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimtologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi wilayah V Jayapura, Sudaryono, S,Si, Senin (18/1), menjelaskan, gelombang dengan tinggi lima meter juga berpotensi terjadi di perairan Utara Papua.
Gelombang dengan ketinggian 5 meter itu dimungkinkan terjadi dalam kurun 24 jam mendatang pukul 06.00 WIT.
Menurut dia, cuaca di wilayah Jayapura diperkirakan hujan, sedangkan angin di wilayah tersebut diperkirakan bertiup dari arah Barat laut hingga Timur laut dengan kecepatan 5 hingga 20 knot.
Sementara di perairan Selatan bertiup dari arah Barat hingga Barat laut dengan kecepatan 5-25 knot serta tinggi gelombang berkisar 2-5 meter.
Mengenai kondisi cuaca di wilayah Jayapura, menurut dia, diperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Sedangkan suhu udara 21 hingga 32 derajat celcius dengan kelembaban udara 58 higga 96 persesn.
Penyebab terjadinya perubahan cuaca dalam beberapa hari belakangan ini, menurut Sudaryono, karena adanya pengaruh tekanan rendah dari perairan Utara Australia dan Samudera Pasifik.
Dia mengakui topografi Provinsi Papua yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik, serta arah angin dari laut Filipina, menjadi salah satu penyebab perubahan cuaca seperti pembentukan awan dan hujan yang begitu cepat di Papua, sehingga sulit diprediksi.
"Kami selalu memberitahukan tentang perkembangan cuaca untuk peringatan kepada warga, seperti melalui media, radio pantai, Angkatan Laut, dan administrator pelabuhan," katanya.
Untuk itu, Sudaryono mengimbau kepada para nelayan dan masyarakat yang ingin menggunakan transportasi laut dan udara untuk lebih sering memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan.(*un)


















