Timika,(berita2.com): Polisi hingga kini masih memburu pelaku penembakan terhadap bis karyawan di Mile 42 areal pertambangan PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Papua yang terjadi Selasa (20/10).
Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto kepada wartawan di Timika, Rabu, mengatakan sejumlah polisi masih melakukan pengejaran dan hingga kini belum kembali ke pos.
"Beberapa anggota kami belum kembali, mereka masih melakukan pengejaran," kata Ekodanto.
Ia mengatakan, pengejaran pelaku penembakan terkendala medan yang cukup berat dengan kondisi hutan belantara dan keadaan geografis yang bergunung-gunung serta cuaca yang seringkali berkabut disertai hujan.
Ekodanto mengungkapkan, sejauh ini polisi belum dapat mengidentifikasi pelaku penembakan terhadap bis karyawan Freeport yang mengakibatkan dua karyawan terluka.
"Kami belum bisa mengidentifikasi pelaku," ujarnya.
Menurut Ekodanto, pengungkapan kasus penembakan di areal Freeport yang berlangsung maraton sejak Juli lalu itu tidak bisa dipastikan berapa lama, apakah satu bulan, enam bulan, atau satu tahun.
"Semuanya tergantung alat bukti dan saksi-saksi karena pelaku selalu mobile (berpindah-pindah)," katanya.
Ia mengatakan, selama satu bulan terakhir kondisi keamanan di areal Freeport sebetulnya mulai kondusif. Mobilitas kendaraan baik bis karyawan maupun kendaraan pengangkut logistik selama ini berjalan cukup lancar.
"Kalau sebelumnya kendaraan pengangkut konteiner hanya 80 unit yang melintas setiap hari, maka dalam satu bulan terakhir mencapai lebih dari 100 unit," papar Ekodanto.
Terkait kejadian penembakan pada Selasa (20/10), manajemen PT Freeport menghentikan sementara operasional bis karyawan dan kendaraan pengangkut logistik dari Timika menuju Tembagapura dan sebaliknya dalam waktu 1x24 jam.
Pada Selasa (20/10) sekitar pukul 09.45 WIT, iring-iringan bis yang mengangkut karyawan Freeport ditembak oleh orang tak dikenal di sekitar Mile 42 ruas jalan Timika-Tembagapura.
Empat dari tujuh bis karyawan yang dikawal anggota brimob diberondong tembakan dari sisi kiri dan kanan mengakibatkan dua karyawan terluka.
Kedua karyawan yang terluka itu yakni Kristian dan Rudi Parendeng saat ini dirawat di RS SOS Tembagapura dan Klinik Kuala Kencana.(*ek)