berita2.com (Sampit, Kalteng): Aparat Polres Kotim mensinyalir ada pelajar yang menggunakan narkoba, indikasi itu bakal terus diselidiki dan bila perlu polisi akan merazia sekolah. Namun, bukan hanya prevensif yang dilakukan, Polres Kotim juga menggelar penyuluhan ke sekola-sekolah.
“Kita berusaha mencegah sedini mungkin agar anak tidak terjun ke dunia narkoba,” kata Kapolres Kotim melalui Kasat Binmas AKP Suparmi yang ditemui di ruang kerjanya. Meskipun awal tahun ini, polisi belum menangkap satu pun pelajar yang terlibat narkoba. Namun demikian, petugas telah mengantongi beberapa orang pelajar yang terindikasi terlibat narkoba.
Usaha kami lakukan untuk penyadaran di SMPN-8 Sampit, diikuti sekitar 150 pelajar, kemarin. Semua kelas dilibatkan mengikuti penyuluhan, tentunya didampingi guru kelas. Kasat Binmas dan Kasatres Narkoba Iptu Winarko memberikan materi secara bergantian. Selain memberikan materi searah, pemateri menyajikan film penangkapan tersangka narkoba. Selebihnya, dalam kesempatan tersebut pelajar SMP juga mengajukan sejumlah pertanyaan tentang obat-obatan.
Sehari sebelumnya, Polres Kotim melantik pengurus Saka Bhayangkara berjumlah 25 pelajar di Mapolres. Pada kesempatan tersebut hadir tim penilai supervisi dari Polda Kalteng yang dipimpin AKBP Yunita Sandy. Dalam amanatnya, Kasat Binmas Polres Kotim AKP Suparmi mengatakan, pramuka merupakan wadah mendidik watak, kepribadian dan budi pekerti. “Diharapakan dapat membentuk pengembangan bakat anak,” cetusnya. (koko)