berita2.com (Palangak Raya): Dugaan bahwa kerap terjadinya kelangkaan BBM jenis solar selama ini lantaran diselewengkan untuk keperluan industri cukup beralasan.
Hal ini sertdaknya setelah aparat Polsek Bukit Batu mengamankan sebuah mobil isuzu Panther Nopol KH 1326 AK yang mengangkut ribuan liter solar untuk dipasok kepada Penambang Tanpa Izin (PETI) di wilayah Takaras Kecamatan Rakumpit pada Kamis siang 27 Januari 2011.
Sebanyak 36 tanki berisi solar berikut mobil jenis isuzu Panther KH 1326 AK telah diamankan oleh aparat kepolisian. Atas pengungkapan BBM tanpa diserta izin pengangkutan itu, polisi menetapkan H Basrani (47) warga Jalan Mendawai sebagai tersangka.
AKBP Andreas Wayan Wicaksono SIK melalui Kapolsek Bukit Batu Iptu Bakrie SH menerangkan, awalnya diadakan razia rutin disektar jalan Cilik Riwut km 33 depan Mapolsek Bukit Batu. Giat rutin dipimpin Kapolsek bersama sejumlah personelnya memeriksa kendaraan roda dua dan roda empat yang lewat.
Tersangka dijerat dengan pasal 53 huruf b UU No 22 Tahun 2001 tentang migas dengan ancaman empat tahun dan denda sebanyak Rp50 juta. Menurut Bakrie, modus yang digunakan pelaku dengan melansir solar dari SPBU, kemudian menampungnya kerumah.
Terpisah gabungan polisi dari Polres Kotim mengobok-obok sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sampit,hasilnya sejumlah kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil sampai truk berhasil diamankan. Kendaraan ini diyakini digunakan untuk melansir minyak.
Operasi ini dipimpin langsung KabagOps Polres Kotim Kompol Rachmad Amsori SIK. Perwira menengah ini menurunkan mobil dan truk patroli, bersama pesonil Sat Sabhara, Sat Reskrim dan Sat Intel. Operasi ini juga melibatkan Polsek Ketapang dan Polsek Baamang.
Sasaran pertama adalah SPBU Jalan Sudirman tepatnya dekat bundaran peringatan kerusuhan etnis. Saat polisi merazia, antrean truk dan mobil terlihat panjang. Petugas mengecek kendaraan yang antre dan mengisi BBM di SPBU. Sekitar satu jam polsi merazia kendaraan yang antre, dari SPBU ini ditemukan truk, mobil dan motor yang diduga melansir.
Karena takut ditangkap polisi, bahkan ada pelansir mengendarai motor dan membawa jeriken meninggalkan motornya, lalu melarikan diri. Petugas membawa motor berikut jerikennya ke markas.
Saat ini operasi, tidak seperti biasanya, situasi disekitar SPBU Jalan Jend Sudirman sepi. Padahal pada hari-hari sebelumnya, banyak pelansir yang mengantre baik yang mengendarai motor, pikup. Mobil hingga truk. Kuat dugaan razia polisi sudah diketahui sebagian pelansir profesional, sehingga tidak turun mengisi BBM.
Usai menertibkan pelansir di SPBU Jalan Sudirman, Polres Kotim merazia SPBU di Jalan Tjilik Riwut. Sebelum sampai di SPBU sudah tampak beberapa anggota polisi berpakaian dinas sudah menuggu, rupanya anggota ini mendahului razia yang dipimpin KabangOps. Sesampai di SPBU ini, petugas menemunkan mobil yang tangkinya telah dimodifikasi, untuk menampung BBM lebih banyak dari standar.
Dari SPBU ini polisi mengamankan mobil. Polisi juga menemukan sebuah mobil yang ditinggal sopirnya. Setelah dperiksa ternyata tangki mobil telah dimodifikasi. Seketika, lagi-lagi situasi di SPBU Jalan Tjilik Riwut sepi dari pelansir sebelum polisi datang. Diduga razia tersebut telah bocor. Penertiban kemudian dilanjutkan ke SPBU Jalan Pelita. Disini juga petugas mengamankan mobil yang juga diduga melansir. “Kita memeriksa semua SPBU,” kata KabagOps Kompol Rachmad Amsori SIK.
Menurutnya, total kendaraan yang dicuriagai berjumlah delapan. “Kita menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang resah dengan ulah pelansir,” tegasnya. Untuk kendaraan yang telah diamankan, kata dia, akan dilihat dulu apakah memenuhi unsur melanggar UU Migas. (koko)


















