berita2.com (Kupang): Dalam tahun 2011 Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melakukan sensus atau pendataan terhadap ternak sapi di NTT. Selain sapi, ternak besar lainnya yang ikut didata adalah kerbau. Demikian dikatakan Kepala BPS NTT, Poltak Sutrisno Siahaan, di Kupang, Senin 3 Januari 2011.
"Jadi, tahun 2011, BPS NTT akan melakukan sensus terhadap ternak sapi dan kerbau di seluruh wilayah NTT. Pendataan ini bertujuan mengetahui populasi ternak sapi dan kerbau di NTT," kata Siahaan.
Siahaan menambahkan, sensus ternak besar itu juga bermaksud mengetahui pasti sebaran sapi dan kerbau di NTT agar diketahui persis jumlah ternak sapi dan kerbau itu. Dan dari data itu, digunakan pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan lebih lanjut untuk pengembangan ternak besar di propinsi kepulauan ini.
Menurut Siahaan, ternak sapi dan kerbau yang didata nanti adalah ternak piaraan, bukan yang liar. Karena meski selama ini ada data soal ternak, namun BPS sendiri ingin mendatakan khusus ternak sapi dan kerbau.
"Kebutuhan akan protein bagi penduduk NTT dan Indonesia bersumber antara lain dari dua jenis ternak itu sehingga kita datakan dua jenis ternak itu. Bahkan langkah ini juga kami tempuh untuk mendukung program pemerintah NTT dalam mengembalikan NTT menjadi gudang ternak," katanya.
Dikatakannya, beberapa daerah sebaran ternak besar di NTT, yakni Pulau Timor, Sumba yang masih terkenal dengan kantong ternak besar yaitu sapi dan kerbau.Propinsi NTT mempunyai potensi besar untuk pengembangan jenis ternak besar termasuk kuda.
"Kita berharap masyarakat dan peternak di NTT bisa berpartisipasi dalam sensus ternak besar yang akan kami lakukan tahun 2011 ini," pintanya.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


















