berita2 (Pangkalan Bun, Kalteng): seorang warga dusun Despot bernama Doni (25) harus mengalami hidung patah. Pasalnya hidung sampai sekarang mimisan akibat tendangan seorang anggota polisi bernama Agus yang bertugas di polsek kota waringin barat kabupaten kota waringin barat.
Informasi yang dihimpun berita2 dari keluarga korban ,kejadian bermula pada bulan agustus 2011 korban yang memperbaiki sumur di salah satu kerabatnya desa kinjil langsung dituduh mencuari uang sebanyak sembilan belas juta.
"Saya bang di fitnah mencuri dan dipaksa mengaku mencuri oleh polisi agus, padahal tidak terbukti" tutur doni kepada berita2.
Informasi juga sama dikatakan ibu doni (korban pemukulan polisi) bahwa setelah kejadian doni langsung diadukan ke polsek kota waringin, dengan cepat ke esokan harinya setelah kejadian itu petugas menjemput doni dari rumahnya di RT 03 dusun despot.
Anak saya ditangkap tanpa surat pengkapan dari polsek melainkan surat dari kepala desa kinjil bernama Hesen,jelas ibu korban.
Ditambahkannya lagi, setelah anaknya saya diambil petugas berjumlah 3 orang salah satu polisi agus dengan menggunakan mobil kijang, bukan langsung dibawa kepolsek untuk diperiksa melainkan di ke kebun sawitan dan disanalah anak saya di tunjang hidungnya sampai berdarah dan baling,tuturnya.
Doni juga mengatakan ketika saya dimasukkan dalam kebun saya diturun di kebun dan dipaksa saya mengaku mencuri dan paling aneh saya disuruh lari kesawitan tapi polisi agus sudah mengeluarkan senjata dari tasnya dan dipegang. "Ngaku gak, hidungku ditunjang sampai berdarah. Lari kau.. Lari kau cepat. Itulah kalimat polisi agus didepan kawannya itu. Jelas doni seraya ikuti nada polisi agus.
Setelah doni di tunjang baru dibawa kepolsek kolam, dan disana doni dipeiksa. Satu malam diperiksa doni tidak terbukti mencuri dan malam itu juga doni di paksa mengapel lantai polsek kolam dan pagi doni pulang dibawa keluarganya.
Kami tidak tahu anak saya jadi korban fitnah, tapi biar lah tuhan yang balasnya. Jelas ibu korban.
Risan abang kandung doni juga menambahkan kalau kami adukan ke propam kami takut sebab kami gak tau hukum namanya gak ada pendidikan jelasnya.
Pantauan berita2 kepada Doni bahwa pria asli dayak ini mengalami hidung baling dan sering mimisan dan pusing.
Menanggapi kasus tersebut, Humas polda kalteng AKBP Ter Pratikno ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih terus lakukan pemantauan kepada petugas apabila ada laporan dari warga serta korban. (Koko)


















