berita2.com (Pangkalan Bun, Kalteng): Sawit Plasma yang dipermasalahkan warga sangat lah cukup rumit masalahnya karena ketidak jelasan dari manajement perusahaan. Pasalnya sawit plasma tahun tanam 2005, sawit tersebut dalam umur 28 bulan sudah panen.
Dan yang menjadi hebohnya lagi pertanyaan warga, apakah dana dari bank terus mengalir? Walaupun bertahap penanaman sawit plasma. Kemana uangnya? Jelas salah satu warga yang tidak mau namanya ditulis namanya.
Dengan ketidak jelasan dari pihak perusahaan tersebut, para warga khusus anggota koperasi yang berdomisili di desa riam durian makin curiga dengan janji yang tidak tepat dari PT BGA.
Pihak perusahaan juga dikonfirmasi terkait tersebut tidak bisa menjawabnya. Dan pihak perusahaaan juga mengatakan istilah dengan “uang tunggu”. Tapi uang tunggu yang dibagi ke anggota koperasi tidak tahu bersalhd ari mana, apakah dari bank, atau dari hasil panen plasma sawit mulai tahun 2008, 2009, 2010. (koko)


















