berita2.com (Pulang Pisau): Perjalanan wartawan berita2.com ke wilayah kecamatan Maliku menyisakan sejuta harapan bagi warga masyarakat kecamatan Maliku agar pemerintah segera memperhatikan kebutuhan jalan pedesaan agar masyarakat dapat segera dapat keluar dari sulitnya akses jalan disejumlah jalan pedesaan diwilayahnya.
Sulitnya melalui jalan darat baik dijalan utama Maliku – Pandih Batu sampai Bahaur tentu sangat menjadikan kondisi masyarakat sebuah hambatan besar dalam beraktifitas sehari-hari padahal menurutnya pemerintah propinsi telah selesai melaksanakan kegiatan pengerasan dari Maliku ke Pulang Pisau namun justru pemerintah Kabupaten tidak kunjung melaksanakan porsinya dari Maliku sampai Bahaur.
“ Ini justru sangat menyedihkan tatkala perjanjian disepakati namun kabupaten sendiri selaku pengguna jalan tidak mempunyai anggaran yang cukup dan justru kini ada wacana bahwa pemerintah kabupaten akan menfokuskan pembangunan untuk wilayah kota,” ungkap warga ke media ini.
Tarno warga desa Maliku menguraikan bahwa selain jalan utama jalan alternatif desa pun kini kondisinya sungguh memprihatikan dari 22 km jalan pedesaaan kini belum bisa dimanfaatkan warga untuk ber aktifitas.
Ia bersama warga mengharapkan pemerintah segera melanjutkan kegiatan pembangunan pro rakyat agar kesenjangan segera teratasi secara berkeadilan mengingat perekonomian desa terletak pada kondisi jalan yang layak fungsi.
Demikian juga Haryono mengatakan bahwa jalan poros didesa Gandang sepanjang 5 km tidak kunjung difungsikan padahal jalan telah dibuka namun tidak dilanjutkan hingga fungsi disamping saluran primernya yang sangat dangkal.
Kondisi ini tentu menjadikan permasalahan rumit dimana jika terjadi hujan sehari maka desa tersebut langsung banjir menggenangi jalan dan perumahan warga.
Hal serupa dialami oleh warga 4 RT di desa Sei Tewu baru, desa ini belum juga mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten sehingga warga berharap kepada pemerintah segera menengok desa Sei Tewu baru untuk diprogramkan pembangunan jalan dan listrik masuk desa.
“ Pak desa kami diperbatasan Kahayan Hilir dan maliku belum dilirik pemerintah. Kami belum punya listrik dan jalan belum ada, tolong bantu kami,” ucap umbar yang didampingi kepala desa Sei tewu baru.
“ Dalam musrenbang kami jalan dan listrik menjadi prioritas utama, namun kami belum pernah merasakan pembangunan didesa kami,” lanjutnya.
Ditempat lain juga terjadi di desa Suka Maju, Rosit salah satu warga masyarakat dalam kesempatan itu mengharapkan sentuhan perbaikan jalan antar desa didesanya yang tembus ke Pandih batu. Daerah tersebut telah dibuka untuk akses jalan desa namun kondisinya sangat memprihatinkan, anak-anak sekolah tiap pagi lepas sepatu karna jalannya yang tidak layak.
Hal serupa juga diharapkan oleh warga desa tahay jaya, mereka mengharapkan ada perhatian serius dari pemerintah kabupaten Pulang Pisau agar jalan desa menjadi perhatian penting dalam pembahasan pembangunan mendatang. (ratman)


















