Palangkaraya, (berita2.com) : PT PLN Persero Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) berupaya menggandeng pihak swasta guna mengatasi krisis daya listrik.
Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Kalteng, Kardinal Tarung, di Palangkaraya, Rabu (25/11), komitmen PLN menggandeng swasta itu telah disampaikan kepada pemerintah daerah belum lama ini.
"Kerjasama dengan perusahaan itu disampaikan General Manager PLN Kalselteng Wahidin Sitompul kepada Gubernur Kalteng melalui surat No. 1107/041/W.KSKT/2009 tanggal 16 November 2009," kata Kardinal.
Dalam surat itu dijelaskan pembelian energi listrik dari perusahaan yang telah telah terealisasi yakni dari PT Wijaya Tri Utama Plywood Industry sebesar 5 Mega Watt (MW) dan PT Tanjung Alam sebesar 2,5 MW dengan harga jual beli masing-masing Rp590 per Kwh menggunakan bahan bakar batu bara dan kayu.
Selain itu juga kontrak dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa sebesar empat MVA dengan harga jual beli Rp396 per kwh menggunakan bahan baka batu bara dan cangkang kelapa sawit.
"PLN dalam suratnya mengatakan masih melakukan penjajakan pembelian kelebihan pasokan listrik (excess power) dengan tujuh perusahaan," katanya.
Perusahaan tersebut dengan "excess power" itu, di antara PT Cahaya Borneo Sukses Agrosindo, di Pelaihari, Kalsel, dengan daya sebesar 2 MW, PT Gunung Meranti, Banjarmasin, sebesar 6 MW, PT Hendratma, Banjarmasin.
Selain itu, juga dari PT Daya Sakti, Banjarmasin, sebesar 4 MW, Pabrik Kelapa Sawit di Kotabaru dan Batulicin, Kalsel, serta di Pangkalan Bun, Kalteng sebesar 1 MW.
Meski demikian, lanjut Kardinal, semua perusahaan tersebut masih terkendala beberapa masalah, yakni perbankan dan tenaga kerja serta jaringan yang belum tersedia, sehingga masih belum bisa direalisasikan.
Kardinal menambahkan, sebelumynya PLN juga melaporkan telah menyewa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 70 MW di sistem Barito. Selain itu, pihaknya juga telah menyewa PLTD untuk sejumlah daerah lainnya di Kalsel dan Kalteng.
Khusus untuk Kalteng hanya tiga daerah yang mendapat sewa mesin PLTD diantaranya, Sampit, Kabupaen Kotawaringin Timur, kapasitas 7,2 MW, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, kapasitas 4 MW, dan Muara Teweh, Barito Utara, kapasitas 1 MW.
"Selain itu, PLN juga berencana menyewa mesin untuk mengatasi keterbatasan daya pembangkit pada sistem tertutup (isolated) Muara Teweh, Buntok dan Puruk Cahu dengan kapasitas masing-masing 4 MW, 3 MW dan 2 MW," tambah Kardinal.(*un)


















