Sleman, (berita2.com) : Angin kencang melanda sekitar kawasan Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (19/10) pagi hingga siang hari, yang mengakibatkan puluhan rumah porak-poranda dan puluhan pohon tumbang.
"Puluhan rumah yang rusak dan pohon tumbang di antaranya terdapat di Desa Turgo, Tritis dan Kaliurang di Kecamatan Pakem, kemudian di Kecamatan Cangkringan, Mlati dan Godean," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Alam, Dinas Pengairan, Pertambangan dan Penanggulangan Bencana Alam (P3BA) Kabupaten Sleman Singgih Sudibyo.
Menurut dia, angin kencang terjadi sekitar pukul 06:30 WIB di kawasan Tritis, Turgo dan Kaliurang.
"Bahkan saat itu puluhan siswa SD Negeri Tritis sudah datang ke sekolah, tiba-tiba terjadi angin kencang yang memporak-porandakan genteng sekolah sehingga membuat para siswa tersebut histeris dan ketakutan," katanya.
Kemudian para siswa tersebut dikumpulkan di halaman sekolah dan tidak diperbolehkan masuk ke ruang kelas.
"Para guru kemudian berinisiatif menggelar doa bersama, namun angin kencang belum juga mereda dan para siswa semakin histeris hingga kemudian para siswa tersebut dipulangkan," katanya.
Ia mengatakan di tiga dusun ini terdapat puluhan rumah yang rusak dan mayoritas pada bagian atap serta terdapat puluhan pohon yang tumbang.
"Namun pohon yang tumbang tersebut mayoritas berukuran menengah dan hanya satu pohon dengan diameter sekitar 50 centimeter di Pakembinangun yang tumbang dan melintang di atas jalan sehingga menganggu arus lalu lintas," katanya.
Sementara di kawasan Kaliurang, ada seorang ibu yang ketakutan saat terjadi angin kencang dan kemudian lari keluar rumah namun justru tertimpa genteng yang runtuh sehingga mengalami luka pada bagian kepala atau di atas telinga kanan.
"Setelah mendapat perawatan dan dijahit pada lukanya di Puskesmas Kaliurang, ibu tersebut kemudian diperbolehkan pulang dan hanya rawat jalan saja," katanya.
Singgih mengatakan pada saat terjadi angin kencang tersebut di puncak Gunung Merapi juga nampak angin menerbangkan abu vulkanik sehingga membuat para pencari rumput lari ketakutan.
"Angin kencang juga melanda Kecamatan Mlati tepatnya di Jalan Magelang sehingga beberapa pohon tumbang dan melintang di jalan, serta di Cangkringan dan Godean," katanya.
Ia mengatakan saat ini kondisi sejumlah wilayah tersebut mulai kondusif dan beberapa pohon yang tumbang telah dibersihkan.
"Tim SAR bersama dengan masyarakat setempat dan PMI maupun P3BA langsung bergerak cepat untuk melakukan langkah antisipasi termasuk membersihkan pohon yang tumbang terutama yang menganggu lalu lintas," katanya.(*un)


















