berita2.com ( Wonogiri ): Memperingati HUT ke-34 SMPN 1 Baturetno, Wonogiri, Osis SMPN 1 Baturetno mengadakan serangkaian acara kegiatan akademik dan non akademis dalam memperingati momentum tersebut.
Di antaranya lomba pidato, baris berbaris, cerdas cermat, dan olahraga untuk Sekolah Dasar, serta lomba mading, kebersihan kelas, serta pentas seni budaya bagi siswa-siswi SMP N 1 Baturetno.
Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto saat membuka pentas seni budaya di halaman sekolah setempat, Senin 31 Januari 2011 menyampaikan rasa bangganya terhadap keluarga besar SMPN 1 Baturetno, khususnya karena mampu menyelenggarakan kegiatan yang meriah dan semarak, sekaligus memiliki nilai manfaat yang besar.
“Mengapa saya bangga? Karena kegiatan ini tidak hanya melibatkan kalangan internal siswa-siswi SMPN 1 Baturetno, tetapi juga melibatkan siswa dari sekolah lain yang sederajat. Selain itu juga mengikutsertakan siswa SD khususnya di wilayah Kecamatan Baturetno dan juga dari daerah sekitar pada umumnya dalam kegiatan berbagai macam lomba,” ujarnya.
Berbagai lomba yang diadakan tersebut, imbuh Bupati, dapat menyentuh aspek menanamkan rasa kebersamaan, rasa bangga, dan semangat berkompetisi, serta jiwa sportif, sekaligus memacu para siswa untuk
menggeluti suatu bidang, dan berjuang menjadi yang terbaik.
“Dari berbagai perlombaan yang diadakan, akan muncul potensi-potensi unggulan, yang apabila dibina dan dilatih secara berkelanjutan, akan muncul mutiara-mutiara yang berkilau dari Kecamatan Baturetno dan wilayah sekitarnya, yang akan membawa nama harum bagi Kabupaten Wonogiri,” kata Bupati.
Selanjutnya, Bupati berharap agar kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tiap tahun ini dapat terus dilaksanakan di masa-masa yang akan datang, dan dapat ditingkatkan kualitasnya, semakin baik dari tahun ke
tahun.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu bagian integral pembangunan, yang ditujukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter bangsa, dan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang terdidik dan terlatih, sebagai kader penerus kejayaan dan kedaulatan bangsa.
Tugas yang tidak ringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui institusi pendidikan, yang didukung segenap komponen masyarakat. Indikator keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah, tidak hanya ditunjukkan dengan tinggi atau rendahnya nilai akademis yang diraih para siswa, tetapi juga bagaimana terbentuknya sikap dan karakter yang baik di kalangan para siswa. Karena hakikat tujuan pendidikan adalah membentuk fisik dan mental para siswa secara bersamaan. (ara)