berita2.com(Gunung Kidul, Yogyokarta): Pertanggal 1-15 januari 2011 Pertanian padi di Kabupaten Gunung Kidul di serang hama Wereng Batang coklat(WBC dengan nama latin Nilaparvara Lugens),walaupun dengan skala yang teramat kecil, namun di beberapa Kecamatan terdapat skala yang besar,tapi tidak mengurangi hasil pertanian.
Hama wereng batang coklat ini biasanya menyerang di batang padi yang dapat mengakibatkan kerusakan tanaman padi.
Menurut Kabid Ir.Endang Sriwahyuningsih mengatakan,”Untuk tahun ini petani Gunung Kidul sangat diuntungkan oleh cuaca yang terus menerus hujan,karena dengan begitu petani Gunung Kidul dapat memanen hasil pertanian mereka 2 hingga 3 kali panen dalam Setahun, karena kalau cuaca normal petani Gunung Kidul hanya dapat memanen 1 kali mengingat lahan pertanian Gunung Kidul hanya lahan tadah hujan yang menunggu hujan datang."
Namun dengan hasil pertanian ini petani Gunung Kidul dhadapi dengan kendala hama Wereng Batang Coklat walaupun skala nya tidak besar,terdapat di beberapa kecamatan seperti Karangmojo,Semin,Ngawen, Nglipar dan Wonosari. Tapi dari 5 Kecamatan tersebut hanya Wonosari dan Semin yang sangat kecil gangguan Hama WBC. Luas serangan di Kecamatan Karangmojo mencapai 30,1Ha,Semin 61,1 Ha,Ngawen 36 Ha,Nglipar 0,6 Ha,Wonosari 0,1 Ha, jelas Endang saat ditemui di ruangannya.
Endang menambahkan, ”Kami dari dinas tanaman pangan dan Holtikultura Kabupaten Gunung Kidul sudah menyiapkan Posko yang menyediakan Spryer(alat semprot) dan Pestisida di Kecamatan karangmojo,dan kami pun sudah menyiapkan beberapa obat pembasmi hama WBC seperti Fista,Applaoud dan Imidon.(arf)