Jakarta, (berita2.com) : Palang Merah Indonesia memberangkatkan sebanyak delapan unit armada udara ke daerah yang terkena dampak gempa bumi di Sumatra Barat untuk melakukan operasi tanggap darurat.
"PMI optimistis dengan sarana ini bantuan kemanusiaan untuk daerah-daerah yang terpencil dan terisolir bisa dijangkau, lebih tepat sasaran, dan lebih cepat sampai langung ke tangan para korban gempa," kata Ketua Umum PMI Mar`ie Muhammad, di Jakarta, Jumat.
Mar`ie juga mengemukakan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu mewujudkan operasi tanggap darurat tersebut.
PMI berupaya menembus rintangan dan kendala distribusi bantuan ke area terpencil dengan mengoperasikan delapan unit transportasi udara berupa tujuh unit helikopter dan satu unit pesawat kargo komersial.
Secara keseluruhan, empat unit diterbangkan melalui Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta dengan membawa bantuan 11 koli susu balita dan makanan bayi, empat mesin "fogging", dan 15 "hands prayer".
Sementara empat unit lainnya diterbangkan menuju Padang, Sumatra Barat, dari Kota Medan, Sumatera Utara.
Pengoperasian helikopter itu merupakan kerja sama antara PMI dan Departemen Perhubungan bersama dengan berbagai maskapai penerbangan yaitu Deraya, Pelita Air, Air Transport Service, Air Pacific, Eastindo, Gatari, dan Indika Energy.
Helikopter ini akan digunakan untuk mendukung operasi tanggap darurat PMI di Sumatra Barat selama dua pekan operasi, 16 hingga 30 Oktober.
Pada acara resmi pemberangkatan di Lanud Halim Perdanakusumah Jumat, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti menyatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, masih banyak daerah terpencil yang belum dapat terjangkau bantuan.
Herry mengutarakan harapannya agar helikopter tersebut mampu mencapai daerah-daerah terpencil agar proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat.
Jenis helikopter yang digunakan untuk distribusi bantuan ini adalah BAe ATP (dua unit), Puma SA-330 (satu unit), BO-105 (satu unit), Bell-407 (dua unit), Equirel (satu unit), dan BK 117 (satu unit).
Beberapa orang pilot yang terlibat dalam dua pekan operasi tanggap darurat PMI itu adalah Capt Penerbang Sampoerno, Capt Penerbang Adji Pantja, dan Capt Penerbang Heru Susatyo.(*un)


















