berita2,com (Subang): Kepala Bidang Kebersihan Dinas Tata Ruang Pemukiman dan Kebersihan (Tarkimsih) Kab. Subang akhir-akhir ini mengeluh akibat 5 truk pengakut sampah yang ada kondisinya sudah memprihatinkan, rusak dan tidak layak operasional. Keluhan itu disampaikan Feri Afiat, kepada wartawan di Kantornya Jalan Pasirkareumbi, Subang, Kamis siang (04/11/2010).
Menurut dia,untuk peremajaan angkutan sampah saat ini diperlukan 10 buah kendaraan truk dum truk dan container,untuk mengangkut sampah diwilayah kota Subang dan pasar-pasar pedesaan di pantura Subang. Feri juga mengharapkan kepada pemerintah daerah kabupaten Subang segera memperhatikan sarana dan prasarana yang berada di kantor bidang kebersihaan.
Kata dia, truk-truk yang dibutuhkan itui merupakan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini, guna menunjang upaya penanganan sampah rumah tangga, setiap harinya sekitar 350 kubik yang perlu diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah,ungkap Feri.
“Bagaimana kami bisa melayani masyarakat dengan baik jika kondisi kendarannya saja sudah tidak memungkinkan untuk oprasional bisa di bayangkan jika dalam satu hari saja kami tidak melakukan kegiatan mengakut sampah kemungkinan besar sampah akan numpuk dan berserakan oleh sebab itu perhatiaan yang serius bagi yang punya kebijkan untuk bidang kebersihan dan pertanaman kota saat ini,” ujar Feri Afiat.
Sebenarnya masih kata Feri Afiat, pihanya sudah mengajukan usulan kepada pihak pemerintah daerah dan juga kepada panitia anggaran baik dari legeslatif maupun eksekutif untuk adanyapenambahan anggaran kepada bidang kebersihan kerena anggaran yang sebesar Rp 700 juta tidak memadai dengan keberdaan bidang kebersihan banyak perlu yang diperbaiki idealnya anggaran yang diperuntukan untuk bidang kebersihan sebesar Rp 4,6 miliar untuk pengaddaan kendaraan dum truk, container, gerobak sampah dan bak penampungan sampah.
"Kami sudah mengupayakan usulan kepada pemerintah daerah maupun panitia anggran legeslatif maupun eksekutif namun sampai saat ini belum ada jawaban dengan alasan anggaran dana tidak ada dan terbatas,”ujar Feri, Kabid Kebersihan itu mengungkapkan guna mewujudkan Kebersihan yang Partisipatif, Tertib dan Berwawasan Lingkungan tahun 2014, serta untuk mewujudkan Kabupaten Subang yang bersih, nyaman dan asri, perlu dukungan semua pihak termasuk masalah anggaran.
Bidang Kebersihan juga telah berpartisifasi dalam pemasukan PAD ditargetkan mencapai Rp 850 Juta,kami rasakan cukup berat, sehingga kami baru mencapai setoran PAD sebesar Rp 700 juta.
“Kendalanya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat terutama PNS di lingkungan perkotaan taat membayar iuran sampah rumah tangga, contohnya di daerah Cikalapa dan perumahan Sidodadi, pemasukannya masih relatife kecil”, ungkap Kabid Kebersihan Distarkim Subang itu.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya