berita2.com (Subang): Seorang gadis penerima beasiswa ke Jerman, Eha Rohayat asal SMA negeri I Compreng, Subang menjadi korban penculikan dengan modus hipnotis,yang dilakukan tiga kawanan penculik. Dia selama lebih kurang 12 hari tidak kembali ke rumahnya setelah mengikuti pendalaman materi di ITB Bandung.
Menurut keterangan orangtua Eha, H. Darmaji, anaknya kini telah berada di rumah dalam kondisi tubuh masih lemah. Bahkan Eha belum bisa diajak bicara panjang lebar seputar peristiwa penculikan yang menimpa dirinya itu.
Namun demikian Darmaji sempat menuturkan kembali cerita yang dialami anaknya. Dikatakan Eha berberhasil melarikan diri dari sebuah mobil bus di Kota Malang-Jawa Timur pada Selasa malam (5/10/2010).
Eha kemudian naik bus menuju ke Tegal Jawa Tengah menuju rumah pamannya yang tinggal di kota tersebut. “Setelah tahu Eha ada di Tegal, langsung kami jemput, " kata Darmaji.
Dikatakan juga, kondisi Eha sekarang sangat lemah, badannya tidak terawat,Dalam perjalanan pulang Eha sempat bercerita bahwa dirinya dibawa oleh tiga orang perempuan naik ke sebuah mobil. Namun setelah itu Eha tidak ingat apa-apa.
Peristiwa penculikan itu, kata Darmaji, terjadi ketika Eha jalan-jalan di kawasan BEC. Eha baru sadar saat dirinya barada di dalam sebuah bus di Kota Malang Jawa Timur. Sementara para penculiknya terlelap tidur di dalam bus yang sama.
Eha bertanya ke kondektur Bus. Saat tahu di Malang ia kaget dan langsung turun. Saat itu Eha masih sempat membawa laptop miliknya.
Dikatakan Darmaji, kendati kondisi Eha lemah, namun pada tubuhnya tidak terdapat bekas penganiayaan. “ Saat itu ia hanya membawa uang sisa Rp 200 ribu, sedangkan dua telefon selularnya hilang,diduga Eha diculik dengan cara dihipnotis. Saat ini pun kesadaran Eha sepertinya masih belum pulih." kata Darmaji kepada wartawan
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya