berita2.com (Subang): Ratusan hektare tanaman padi siap panen yang tersebar di sejumlah dusun di tiga desa, Kec. Blanakan diterjang banjir yang berasal dari luapan Sungai Cilamaya , yang terjadi hujan beberapa hari terakhir ini.
Selain merendam sawah, air bah juga menggenangi ruas jalan Cilamaya-Balanakan dan ratusaan rumah milik warga pada tiga desa yang sama dengan ketinggian air antara 50 hingga 75 Cm. sawah yang teredam banjir terdapat di Desa Cilamaya Hilir, Cilamaya Girang, dan Rawameneng, Kec. Blanakan. Akibat hal itu, para petani mengeluh karena khawatir tanaman padi milik mereka menjadi busuk dan tidak laku dijual.
Kepala Desa Rawa Meneng, Kec. Blanakan, Adik L. F.Solihin kepada wartawan mengatakan, genangan banjir yang berasal dari luapan Sungai Cilamaya telah merendam sedikitnya 200 hektar sawah di Desa Rawameneng. Padahal, tanman padi itu telah mulai menguning dan siap panen.
“Saya merasa prihatin terhadap nasib petani. Sebelumnya mereka telah habis-habisan melawan hama weeng agar tanaman apdinya bisa selamat. Kini setelah padi siap panen, malah tergerus banjir,” kata Adik.
Sementara itu, Camata Blanakan, Deni Setiawan mengatakan, luapan air bah mulai menyergap pesawah dan pemukiman warga .Genangan air mengalir dari Dusun Kemurang dan Dusun balok Desa Cilamya Hilir yang memang terletak di tepi Sungai Cilamaya.
“Saya mendapat informasi jika tanggul Sungai Cilamaya yang berada di Wilayah Kab. Subang ketinggiannya sudah mulai menipis. Akibatnya,ketika air sungai meluap, langsung luber dan mengalir ke pemukiman serta areal pesawahan,” kata Camat Deni.
Deni berharap, agar pihak Balai Besar Sungai Wilayah Citarum (BBSWC), segera mengantisaipasi hal itu dengan meninggikan kembali tanggul yang teah tipis. Sebab, jika hal itu dibairkan maka, ribuan hektare tanaman padi di Kec. Blanakan bakal terus menerus terancam bencana banjir, katanya kepada para wartawan.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


















