berita2.com (Cirebon): Jika ke Cirebon rasanya kurang lengkap jika tak menyempatkan diri berkunjung ke sentra batik. Bukan karena batiknya yang sudah termasyhur hingga mancanegara, namun batik Cirebon memang benar-benar khas, kental akan seni, budaya dan kepercayaan masyarakat setempat.
Nama desa Trusmi Wetan dan Trusmi Kulon, Kecamatan Weru, Cirebon tak dapat dipinggirkan. Desa yang terletak sekitar lima kilometer dari pusat kota ini sejak puluhan tahun lalu telah menjadi sentra bisnis batik. Sayang, mereka harus kedodoran mencari para pembatik lokal.
Kisah membatik desa Trusmi berawal dari peranan Ki Gede Trusmi. Salah seorang pengikut setia Sunan Gunung Jati ini mengajarkan seni membatik sembari menyebarkan Islam. Kemudian usaha yang bermula dari skala rumahan lama kelamaan menjadi industri kerajinan yang berorientasi bisnis. Produk batik Trusmi bukan sekadar memenuhi kebutuhan lokal, tetapi sebagian perajin mengekspor ke Jepang, Amerika, dan Belanda.
Selainm itu, batik ini terletak di Desa Trusmi Kulon dan Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon ini cukup mudah dijangkau oleh setiap pelancong. Bagi yang datang dari arah Jakarta, cukup belok kiri di perempatan Pasar Plered, dan papan nama bertuliskan "Objek Wisata Belanja Batik Trusmi" pun akan ditemukan beberapa puluh meter kemudian.
Lalu, sekitar 200 meter ke depan, sejumlah rumah yang diubah fungsi sebagai ruang pamer (showroom) batik pun terlihat berjejer di sepanjang Jalan Trusmi hingga Panembahan. Bagi yang ingin tahu proses pembuatan kain batik, bisa langsung mendatangi rumah perajin. Di tempat tersebut, pengunjung akan menyaksikan bahkan turut belajar membuat motif batik di kain.
Karena terletak di daerah Trusmi, batik produksi perajin di tempat itu dinamai batik Trusmi. Nama itu pun sudah akrab di telinga masyarakat, jika batik buatan Cirebon adalah batik Trusmi. Padahal selain Desa Trusmi Kulon dan Trusmi Wetan, sejumlah desa lain di sekitar Trusmi juga turut menjadi pembuat batik. Desa-desa itu antara lain Desa Wotgali dan Panembahan.
Di sentra batik Trusmi, terdapat puluhan ruang pamer yang menawarkan kain batik. Selain itu, ada pula ruang pamer milik koperasi perajin. Ruang pamer milik koperasi ini biasa menawarkan kain batik buatan perajin yang memang tak punya ruang pamer di rumahnya. Kain batik yang ditawarkan di sentra batik Trusmi benar-benar buatan para perajin setempat. Meski ada beberapa yang didatangkan juga dari daerah lain seperti Pekalongan, Solo dan Yogya.
Batik yang ditawarkan bervariasi, ada batik tulis, batik cap, dan batik prin. Di antara jenis batik di atas, batik tulislah yang benar-benar merupakan karya perajin Trusmi. Sebab perajin di Trusmi hanya mampu membuat batik tulis. Sementara batik cap dan print, sebagian besar didatangkan dari Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta. Karena bervariasi jenisnya, harga yang ditawarkan untuk setiap kain batik juga berbeda-beda. Batik print dan cap memiliki harga jauh lebih murah, sedangkan batik tulis lumayan mahal.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya